Virus Corona

Pabrik di China Baru Beroperasi 17 Februari, Kerugian Industri Mobil Jepang 340 Miliar Yen

Kerugian kalangan industri mobil Jepang akibat pabriknya di China harus ditutup terkait wabah virus corona, diperkirakan mencapai 340 miliar yen.

Pabrik di China Baru Beroperasi 17 Februari, Kerugian Industri Mobil Jepang 340 Miliar Yen
Foto Dexa_TW
Termometer untuk pengukur suhu badan dan sarung tangan karet transparan dibagikan gratis kepada semua penumpang kapal pesiar Diamond Princess 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kerugian kalangan industri mobil Jepang akibat pabriknya di China harus ditutup terkait wabah virus corona, diperkirakan mencapai sedikitnya 340 miliar yen seperti yang terjadi saat wabah SARS merebak di masa lalu.

"Industri mobil Jepang banyak mengalami kerugian besar gara-gara wabah penyakit corona tersebut. Pabrik harus ditutup sampai dengan 10 Februari ternyata harus diundur lagi baru dibuka tanggal 17 Februari mendatang," ungkap sumber Tribunnews.com, seorang eksekutif mobil raksasa Jepang, Sabtu (8/2/2020).

Pihak Toyota, Honda, Suzuki, Mitsubishi dan Isuzu telah mengumumkan jadwal pembukaan pabriknya di China menjadi tanggal 17 Februari mendatang yang sebelumnya direncanakan dibuka 10 Februari mendatang.

Baca: Dokter Li Wenliang Meninggal Akibat Terinfeksi Virus Corona, Picu Kemarahan Masyarakat China

Baca: 5 Tahun Hilang sampai Dikira Meninggal, Gadis Asal Tasikmalaya Ditemukan Gangguan Jiwa di Medan

"Wabah corona masih belum diketahui sampai kapan berakhir, jadi harus diundur pengoperasian pembukaan pabrik kami di China menjadi tanggal 17 Februari mendatang," tambahnya.

Penjadwalan kembali terhadap produksi kendaraan bermotor harus dilakukan secara total karena suku cadang menjadi terlambat datang ke Jepang untuk pembuatan mobil.

Dari Isuzu sendiri mengungkapkan ada 10 perusahaan yang terkait di China untuk produksi kendaraannya.

Kapal pesiar Diamond Princess
Kapal pesiar Diamond Princess (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Semua menjadi harus dijadwalkan ulang nantinya," kata Senior Managing Director Isuzu, Akitoshi Nagao, Jumat (7/2/2020).

Sementara itu di kapal pesiar Diamond Princess dibagikan gratis termometer untuk pengukur suhu badan dan sarung tangan karet transparan.

Semua harus dipakai atau digunakan apabila ke luar dari kamar. Kembali ke kamar diukur kembali suhu badannya.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved