Virus Corona

Dokter Pelapor Awal Virus Corona Tewas, Muncul Surat Terbuka Tuntut Kebebasan Berpendapat di China

Saat memperingatkan adanya virus corona, Li Wenliang malah mendapat hukuman oleh polisi karena dianggap telah 'menyebarkan pernyataan palsu.'

BBC
Mendiang dokter Li Wenliang (34 tahun), dokter spesialis mata di Rumah Sakit Central Hospital di Kota Wuhan. Dia adalah dokter pertama yang memperingatkan tentang munculnya virus misterius yang kini dinamakan virus corona di Kota Wuhan. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang dokter yang menangani pasien virus corona, Li Wenliang, meninggal dunia akibat tertular virus yang menyerang saluran pernafasan tersebut.

Dokter Li Wenliang meninggal dunia pada Kamis (6/2/2020) lalu.

Selain merawat pasien, Li Wenliang dikenal sebagai salah satu orang pertama yang memperingatkan bahaya merebaknya virus corona.

Saat permulaan wabah virus corona, sebenarnya Li Wenliang sudah memberi peringatan di grup alumni sekolah kedokterannya tentang adanya penyakit yang sangat mirip dengan SARS.

Peringatan ini disampaikan Li Wenliang lewat aplikasi percakapan, WeChat.

Namun, Li Wenliang malah mendapat hukuman oleh polisi karena dianggap telah 'menyebarkan pernyataan palsu.'

Li Wenliang pun dipaksa menandatangani surat pengakuan bahwa dirinya membuat pernyataan palsu di internet China.

Rupanya, peringatan mendiang Li Wenliang terbukti benar.

Per Minggu (9/2/2020) hari ini, berdasarkan laporan Komisi Kesehatan Nasional China via This is Insider, virus corona Wuhan telah menewaskan setidaknya 811 orang di China dan dua orang di luar China.

Sementara itu, virus corona juga telah menginfeksi lebih dari 37.000 orang.

Dr Li Wenliang dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi virus corona.
Dr Li Wenliang dinyatakan meninggal dunia akibat infeksi virus corona. (bbc.com)

Virus Corona Wuhan, Ilmuwan Khawatirkan Hal Terburuk: Penularannya 10 Kali Lebih Besar daripada SARS

HALAMAN SELENGKAPNYA>>>

Editor: Rizki Aningtyas Tiara
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved