Deutsche Welle

Benarkah Intelijen Pakistan Danai Radikalisasi Pengungsi Rohingya di Bangladesh?

Konfrontasi dan kekerasan di kamp pengungsi Rohingya meningkat. Intelijen India pun menuduh Pakistan mendukung radikalisasi pengungsi…

Sabtu (08/02) lalu, di hutan berbukit dekat kamp pengungsi Rohingya di distrik Cox's Bazar, Bangladesh, pasukan polisi terlibat baku tembak dengan geng kriminal. Sumber-sumber berita setempat melaporkan bahwa polisi berupaya menyelamatkan tiga orang Rohingya yang diculik dan ditahan dengan permintaan uang tebusan. Pada awal minggu itu juga terjadi bentrokan antara dua kelompok bersenjata di kamp dan melukai 14 pengungsi Rohingya.

"Ada dua kelompok," Mohammad Kashem, salah satu korban luka mengatakan kepada DW. "Mereka saling serang dan saya tertembak."

Ini bukan satu-satunya tindak kriminal yang terjadi di kamp pengungsian Rohingya. Kelompok-kelompok kriminal sering terlibat dalam konfrontasi di dalam kamp dan dengan polisi. Setidaknya 195 pengungsi Rohingya terbunuh dalam satu tahun terakhir.

Inspektur polisi di Cox's Bazar, Masud Hossain, mengatakan kepada DW bahwa tindakan kriminal seperti itu tidak bisa dihindari mengingat padatnya jumlah Rohingya yang tinggal di kamp.

"Jika ratusan ribu orang tinggal di tempat seperti ini, selalu ada risiko kejahatan," ujar Hossain.

Kekhawatiran tentang adanya campur tangan pihak luar dalam memengaruhi pengungsi Rohingya juga muncul. "Sejak mereka (pengungsi Rohingya) datang, perdagangan senjata dan narkoba juga meningkat," ujar Kepala Polisi Komunitas Cox's Bazar Tofael Ahmed kepada DW.

"Banyak yang menuduh beberapa kelompok telah memicu kerusuhan di kamp-kamp. Itu cara mereka menghalangi proses repatriasi."

Laporan adanya pengaruh Pakistan

Telah lama beredar teori bahwa ada kekuatan eksternal yang berusaha mengail di perairan keruh ini dan menyebarkan sentimen ekstremis. Laporan terbaru oleh sebuah surat kabar India menunjukkan kemungkinan keterlibatan intelijen Pakistan dalam beberapa insiden.

Laporan Times of India pada bulan Januari mengklaim bahwa agen-agen dinas intelijen India telah mengeluarkan peringatan baru kepada angkatan bersenjata dan penjaga perbatasan negara itu bahwa Intelijen Pakistan (ISI) terlibat dalam memberikan pelatihan kepada 40 orang Rohingya di Cox's Bazar.

Pelatihan ini diberikan melalui Jamaat-ul Mujahidin Bangladesh (JMB) yang merupakan sebuah organisasi teroris Bangladesh, demikian tulis laporan itu. Juga dilaporkan bahwa ISI memberi JMB pembayaran angsuran pertama untuk pelatihan sebesar 10 juta taka (sekitar Rp 1,58 miliar) yang disalurkan melalui Arab Saudi dan Malaysia.

Halaman
123
Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved