Virus Corona

Sopir Taksi Okinawa Jepang Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Setelah Bawa 4 Orang dari Kapal Pesiar

Sopir tersebut sempat membawa empat wanita yang tinggal di Kota Yokohama yang berasal dari kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar

Sopir Taksi Okinawa Jepang Terinfeksi Virus Corona Covid-19 Setelah Bawa 4 Orang dari Kapal Pesiar
NHK
Naha Cruise Terminal di Okinawa 

Laporan Koresponden ‪Tribunnews.com‬, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang sopir taksi Perfektur Okinawa positif terinfeksi virus corona Covid-19 diumumkan pemda Okinawa Jumat sore ini (14/2/2020).

"Sopir tersebut sempat membawa empat wanita yang tinggal di Kota Yokohama yang berasal dari kapal pesiar Diamond Princess yang bersandar di pelabuhan Naha Okinawa tanggal 1 Februari 2020," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat ini (14/2/2020).

Menurut laporan itu, pengemudi taksi ini, seorang wanita berusia 60-an, adalah penumpang di kapal pesiar Diamond Princess yang menelepon memanggil taksi dari Pelabuhan Cruise Naha tanggal 1 Februari lalu.

Pengemudi itu mengenakan masker saat mengemudi, tetapi empat wanita tidak.

Sopir menjadi batuk empat hari kemudian dan memiliki gejala seperti nyeri sendi pada tanggal 5 Februari 2020.

Kemudian sopir berkonsultasi dengan pusat kesehatan pada tanggal 12 Februari melalui telepon dan kemudian berkonsultasi dengan lembaga medis.

Institut Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Perfektur Okinawa memeriksa spesimen dan menemukan bahwa reaksi positif ditemukan pada tanggal 13 Februari 2020, positif terinfeksi virus Corona.

Pengemudi pergi bekerja dari tanggal 1 hingga tanggal 7 Februari 2020 dan secara total, hampir 50 orang naik taksi nya selama jangka waktu itu.

Selain itu, sejak malam tanggal 13 Februari kemarin sopir telah dirawat di rumah sakit di lembaga medis yang ditunjuk untuk penyakit menular, dan kondisinya stabil.

Gubernur Okinawa Denny Tamaki mengadakan pertemuan di markas penanggulangan pada pukul 5:30 sore Jumat ini (14/2/2020).

"Seorang pengemudi taksi berusia 60-an yang tinggal di wilayah hukum Pusat Kesehatan Masyarakat Selatan yang mengangkut penumpang DP pada 1 Januari memiliki gejala seperti batuk mulai tanggal 5 Februari. Sebuah tes dilakukan untuk memastikan bahwa pasien tersebut adalah pasien coronavirus baru pada tanggal 14 Februari ini, " papar sang Gubernur.

Dia menambahkan, "Pasien saat ini menerima perawatan medis di lembaga medis yang ditunjuk dan kondisinya stabil. Pusat kesehatan melakukan pengamatan kesehatan pada kontak. Kami memiliki sistem untuk melakukan tes genetik ketika ada gejala seperti batuk atau demam pada orang yang berpotensi terinfeksi, seperti kontak dengan penumpang. "

Dengan munculnya kasus ini sudah 7 kota dan atau daerah di Jepang terinfeksi virus Corona mulai dari Tokyo, Chiba, Kanagawa, Nara, Kyoro, Wakayama dan Okinawa mulai Jumat ini (14/2/2020).

Info lengkap dan diskusi Jepang bisa bergabung ke WAG Pecinta Jepang kirimkan email nama lengkap dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved