Virus Corona
Update Virus Corona di Dunia, Australia dan Inggris Evakuasi WN dari Diamond Princess
Dilansir dari The Guardian, pihak pemerintah Australia dan Inggris akan mengevakuasi warga negaranya yang berada di sana.
TRIBUNNEWS.COM - Virus corona sudah menjangkiti lebih dari 20 negara di dunia.
Sampai berita ini diturunkan, ada 73.304 kasus yang sudah dikonfirmasi dan korban meninggal ada 1.872 jiwa
Selain dari China, beberapa negara yang termasuk dalam angka itu diantaranya Jepang, Hong Kong, Taiwan, Perancis, dan Filipina.
Sementara itu, pasien yang sudah dinyatakan sembuh ada sebanyak 12.605 jiwa.
Diketahui, mayoritas kasus paparan virus corona ini berasal dari Daratan China.
Penyumbang kedua terbanyak yaitu di Kapal Pesiar Diamond Princess sejumlah 454 kasus.
Masa karantina di atas kapal ini dimulai pada Rabu (5/2/2020) dan akan berakhir Rabu (19/2/2020).
Dikutip dari The Guardian, pihak pemerintah Australia dan Inggris akan mengevakuasi warga negaranya yang berada di sana.
Penumpang Kapal Pesiar Australia Siap Dievakuasi
Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt menerangkan proses evakuasi warga Australia dari kapal pesiar Diamond Princess.
Hunt mengatakan, pemerintah akan berbicara dengan semua penumpang Australia dan akan menerbangkan mereka dengan pesawat evakuasi.
"Diperkirakan ada sekitar 200 orang yang akan diterbangkan menggunakan pesawat evakuasi," jelasnya.
Dia mengaku, jumlah itu belum pasti dan kini pihak pemerintah masih terus melakukan pendataan.
"Bisa jadi kurang, bisa jadi lebih."
"Pada urusan luar negeri seperti ini, kami masih proses menghubungi semua orang."
"Setelah kami memiliki angka final, kami akan segera mengevakuasi mereka," terang Hunt.
Begitu para penumpang ini tiba di Australia, mereka akan langsung dikarantina.
Karantina dan observasi ini akan berlangsung selama 14 hari.
Lokasinya berada di Howard Springs.
Sebelumnya, pemerintah Australia sudah melakukan karantina untuk 242 orang dan dipulangkan pada Senin (17/2/2020).
Dua minggu lalu, mereka memulangkan 36 warga negaranya dari Wuhan, China dan dikarantina di Pulau Christmas.
Hunt mengaku, ini merupakan bentuk komitmen Australia memberantas virus corona.
"Itu adalah contoh yang sangat bagus dari semangat Australia."
"Mereka yang dikarantina, mereka juga yang saling merawat satu sama lain."
Menurutnya, para warga yang pulang dari Wuhan, China ini mengikuti semua proses observasi dengan baik.
Dia juga mengatakan, pemerintah masih mempersiapkan fasilitas karantina untuk penumpang Diamond Princess.
"Butuh beberapa waktu untuk mempersiapkan fasilitas lebih banyak, karena akan lebih banyak orang yang akan menempati," beber Hunt.
Inggris Mengevakuasi WN dari Diamond Princess
Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris mengatakan, bahwa mereka akan mengevakuasi warga dari kapal pesiar Diamond Princess.
Pemerintah juga mendesak para wisatawan yang ingin diterbangkan pulang, untuk menghubungi pemerintah.
Pada sebuah pernyataan, Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris atau Foreign and Commonwealth Office (FCO) menjelaskan rencana evakuasi ini.
"Mengingat kondisi di atas kapal, kami mengatur penerbangan untuk warga negara Inggris yang ada di Diamond Princess sesegera mungkin."
"Staf kami menghubungi warga negara Inggris yang ada di kapal, untuk mengatur rencana."
"Kami mendesak bagi yang belum merespons untuk segera menghubungi."
Pemerintah Inggris merasa tertekan, karena negara lainnya sudah memulangkan warga negaranya.
Amerika Serikat, menerbangkan lebih dari 300 warganya pada Minggu lalu.
Sebanyak 14 orang dinyatakan positif virus corona, sebelum naik ke pesawat.
Kapal Diamond Princess Punya Tingkat Infeksi Virus Corona Tertinggi di Dunia
Diberitakan sebelumnya, jumlah kasus di atas kapal pesiar Diamond Princess menduduki peringkat kedua kasus virus corona di dunia.
Dikutip dari Time.com, jumlah kasus ini dinilai menjadi penyumbang lebih dari sepertiga dari semua kasus virus corona yang ada di luar daratan China.
Hampir 6 persen dari 3.711 penumpang dan kru kapal sekarang terinfeksi.
Fakta ini menjadikan kapal pesiar yang memiliki tinggi 958 kaki ini, menjadi lokasi dengan tingkat infeksi virus corona tertinggi di dunia.
Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China dimana COVID-19 bermula saja, diyakini hanya memiliki tingkat infeksi sebesar 0.3 persen.
Wuhan sendiri memiliki sekitar 33.000 korban virus corona, dengan 11 juta populasi.
Pakar kesehatan mengatakan, Diamond Princess memiliki risiko penyebaran sangat besar lantaran ruangnya terbatas.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, lingkungan yang terkotak-kotak seperti pada kapal pesiar ini justru memfasilitasi penyebaran virus.
Bahkan, virus mematikan ini bisa dengan mudah tersebar melalui tetesan air atau permukaan benda yang sudah terkontaminasi.
Baca: BREAKING NEWS: Pasien Terinfeksi Virus Corona di Kapal Diamond Princess Jepang Bertambah 44 Orang
Baca: Bocah 10 Tahun dari Australia di Kapal Diamond Princess Jepang Terinfeksi Virus Corona
Menurut Pakar Penyakit Influenza Universitas Hong Kong, Hui-ling Yen, penyebaran virus melalui kapal pesiar justru lebih mudah.
Apalagi, para penumpang ini sudah lama di dalam kapal bahkan jauh sebelum ada indikasi virus corona.
Bepergian dengan transportasi air seperti ini, lebih beresiko tinggi dibanding dengan menggunakan pesawat atau kereta api.
"Jika di dalam pesawat ada seorang suspect, bisa jadi hanya satu orang yang tertular."
"Anda masih memiliki kesempatan menghindarinya karena ada durasi penerbangan."
"Sedangkan, di kapal pesiar satu orang bisa menginfeksi orang lain, lalu dia menginfeksi lainnya lagi seperti itu terus," jelasnya.
"Anda bisa mengalami penularan bertahap," tambahnya.
Beberapa hari ini terlihat peningkatan eksponensial pada proses karantina ini.
"Beberapa hari ini seharusnya menjadi puncaknya."
"Banyak literatur tentang virus mengatakan, rata-rata masa inkubasi adalah sekitar 5 hari."
"Jika karantina ini berfungsi, harusnya kita melihat penurunan," beber Yen.
Menurut Japan Times, 29 dari 44 orang yang terinfeksi virus corona berasal dari Jepang.
Sementara, 15 orang lainnya berasal dari negara-negara di luar Jepang.
Satu awak kapal diketahui terinfeksi juga.
Mayoritas korban yang baru dikonfirmasi ini adalah lansia.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kapal-pesiar-jepang-diamond-princess-corona.jpg)