Cerita Remaja 'Terpendek' di Inggris, Sempat Dikucilkan Tapi Kini Jadi Beauty Youtuber

Georgina Rankin yang memiliki tinggi hanya 2 kaki 30 inchi dan, menghabiskan hari-harinya dalam kesakitan.

Youtube Georgia Rankin
Georgia Rankin 

Semenjak saat itu, dia bertekad untuk tidak ambil pusing dengan anggapan orang lain tentangnya.

"Sekarang aku tidak ingin sama dengan orang lain."

Kini Georgina aktif di Youtubenya.

Dia merupakan make up artist yang handal, jadi dia membuat banyak video tutorial make up.

Sampai saat ini, dia telah memiliki lebih dari 700.000 subscriber.

Problem pada tubuh Georgia, dimulai tepat sejak dia lahir.

Orangtuanya, Andrea dan Simon melihat keanehan itu ketika bayi Georgia tidak bisa mengurangi makan.

Para ahli di Rumah Sakit Anak Alder Hey di Warrington, Chesire mendiagnosis Georgia menderita radang enteropati.

Itu adalah kondisi usus yang bisa mengancam nyawanya.

Oleh karena itu, sepuluh tahun pertama di hidupnya, Georgia harus diberi makan melalui tabung.

Problem pada tubuh Georgia, dimulai tepat sejak dia lahir.

Orangtuanya, Andrea dan Simon melihat keanehan itu ketika bayi Georgia tidak bisa mengurangi makan.

Para ahli di Rumah Sakit Anak Alder Hey di Warrington, Chesire mendiagnosis Georgia menderita radang enteropati.

Baca: Ikut Datangi Kembali ke Makam Anaknya, Perlakuan Ayah Ashraf Sinclair ke BCL dan Noah Jadi Sorotan

Itu adalah kondisi usus yang bisa mengancam nyawanya.

Oleh karena itu, sepuluh tahun pertama di hidupnya, Georgia harus diberi makan melalui tabung.

Georgia juga didiagnosis tidak bisa tumbuh lagi.

Saat berusia 13 tahun, Georgia dan kedua orang tuanya harus menghadapi pilihan yang sulut.

Dia harus mengorbankan kakinya, agar bisa meringankan rasa sakit yang dia rasakan setiap hari.

Lalu, Georgia dan orangtuanya memilih untuk menghapus sambungan di kedua pinggulnya.

"Sulit melihatnya duduk di kursi roda pada usia se kecil itu," beber Andrea, ibu Georgia.

"Itu mengancam jiwa dan kami menerima.Tapi saya tidak pernag terpikir dia akan duduk di kursi roda."

"Aku tidak bisa membayangkan, Georgia bisa hidup normal di ukurannya yang sekarang."

Sampai saat ini, Georgia harus minum obat bius setiap hari untuk mengatasi rasa sakitnya.

Bahkan, dia sempat mempertimbangkan untuk menggunakan ganja.

Dia mendengar itu bisa membantunya, menghilangkan rasa sakit.

"Saya benar-benar frustrasi mengetahui di luar sana ada obat alami, yang bisa membantu saya bebas dari rasa sakit."

"Tapi saya tidak bisa memilikinya, karena tempat tinggalku tidak mengizinkannya. Itu membuatku marah," ungkap Georgia.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved