PM Jepang dan Parlemen Sibuk Virus Corona, Menteri Lingkungan Hidup Malah Pesta Tahun Baru

Kelakuan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Shinjiro Koizumi (38) jadi sorotan masyarakat dan para anggota parlemen Jepang saat ini.

PM Jepang dan Parlemen Sibuk Virus Corona, Menteri Lingkungan Hidup Malah Pesta Tahun Baru
Richard Susilo
Menteri Lingkungan Hidup jepang Shinjiro Koizumi 

Laporan Koresponden ‪Tribunnews.com‬, Richard Susilo dari  Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -  Kelakuan Menteri Lingkungan Hidup Jepang Shinjiro Koizumi (38) jadi sorotan masyarakat dan para anggota parlemen Jepang saat ini.

 "Anda telah telah mengabaikan tanggung jawab sebagai menteri, kepercayaan masyarakat akan hilang.  Ini dapat menyebabkan mundur," tekan Jun Azumi (58) pejabat partai demokratik konstitusional oposisi Jepang kemarin (18/2/2020).

Bukan hanya dari kalangan oposisi, kalangan koalisi partai Komeito juga mengeluhkan Koizumi.

"Kami ingin agar dia sebagai menteri bekerja keras dalam pertemuan penting sebagai menteri kabinet, bukan malah mementingkan pesta," ungkap pimpinan Komeito  Yousuke Takagikemarin (18/2/2020).

Pemerintah untuk penanggulangan terhadap penyakit menular baru dari coronavirus baru yang  diadakan pada pukul 16:00 pada tanggal 16 Februari 2020 di Kantor Perdana Menteri, dihadiri semua menteri kecuali Koizumi, mendapat kritikan tajam anggota parlemen kemarin (18/2/2020).

Baca: Virus Corona Pengaruhi Ekonomi Global, Bank BRI Optimis Tumbuhkan Sektor Perbankan

Baca: 1.300 Petugas Medis di China Dinyatakan Terinfeksi Virus Corona

Ketidakhadiran Koizumi dalam rapat penanggulangan virus Corona 16 Februari sore karena Koizumi menghadiri pesta tahun baru para pendukungnya di Yokosuka perfektur Kanagawa.

"Semua orang sibuk mengantisipasi wabah virus Corona, dia malah absen hanya karena ada pesta tahun baru pendukungnya," papar sumber ‪Tribunnews.com‬ Rabu ini (19/2/2020).

  Koizumi menekankan pada anggota parlemen Dewan Anggaran kemarin (18/2/2020)  "Kami telah memberikan instruksi yang diperlukan dan kami berada dalam manajemen krisis yang menyeluruh," bahtah Koizumi yang dianggap banyak orang tidak bertanggungjawab.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved