Virus Corona
Virus Corona Sudah Tewaskan 2.000 Orang Lebih di China
Dalam update harian, Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 1.749 kasus baru orang yang terinfeksi virus corona. Jumlah terendah kasus baru bulan ini.
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, BEIJING -- Jumlah korban tewas akibat virus corona COVID-19) di China terus melonjak melewati 2.000 orang, pada Rabu (19/2/2020).
Kematian terbaru tercatat sebanyak 136 orang, demikian menurut Komisi Kesehatan Nasional.
Semantara jumlah kasus infeksi virus corona di daratan China telah mencapai 74.185.
Dalam update harian, Komisi Kesehatan Nasional melaporkan 1.749 kasus baru orang yang terinfeksi virus corona. Jumlah terendah kasus baru bulan ini.
Baca: Dirawat Dua Minggu, WNI yang Sembuh Virus Corona di Singapura Tinggalkan Rumah Sakit
Infeksi baru sangat banyak ditemukan di Hubei.
Sementara itu total 897 kasus virus corona telah dikonfirmasi di luar daratan China hingga Selasa (18/2/2020).
Demikian dilaporkan media Jepang NHK, Selasa (18/2/2020).
Virus ini telah menyebar ke 28 negara.
Terdapat 520 kasus di Jepang, termasuk 454 penumpang dan kru di kapal pesiar Diamond Princess yang berlabuh di pelabuhan Yokohama.
Baca: Jumlah Korban Meninggal Akibat Virus Corona Tembus Angka 2009, Pasien Sembuh Capai 14.449 Kasus
Jumlah ini kasus ini termasuk 14 orang Amerika yang pada Senin (17/2/2020) telah meninggalkan Jepang.
Kemudian 77 kasus telah dilaporkan di Singapura, 60 di Hong Kong, 35 di Thailand, 31 di Korea Selatan, dan 22 di Malaysia dan Taiwan.
Jerman dan Vietnam masing-masing telah dikonfirmasi 16 kasus, dan 15 kasus di Australia dan Amerika Serikat.
Ada dua belas kasus dikonfirmasi di Perancis, 10 di Macao, sembilan di Britania dan Uni Emirat Arab, delapan di Kanada, dan tiga masing-masing di India, Filipina dan Italia.
Rusia dan Spanyol masing-masing melaporkan dua kasus.
Nepal, Kamboja, Sri Lanka, Finlandia, Swedia, Belgia dan Mesir masing-masing memiliki satu kasus.
Sementara Jepang, Filipina, Hong Kong, Perancis dan Taiwan masing-masing melaporkan satu kasus kematian.(The Straits Times/Channel News Asia, NHK/Xinhua News Agency/Reuters)