Virus Corona

Video Viral Perawat Hamil 9 Bulan Rawat Pasien Corona, Niat Kisahkan Pengabdiannya Malah Dikecam

Publik internasional dibuat marah dengan viralnya seorang perawat wanita yang dalam kondisi hamil tetap merawat pasien terinfeksi virus corona.

Video Viral Perawat Hamil 9 Bulan Rawat Pasien Corona, Niat Kisahkan Pengabdiannya Malah Dikecam
(Weibo/CCTV via BBC)
Potongan video yang dirilis media pemerintah China, CCTV, menunjukkan Zhao Yu. Seorang perawat yang sedang hamil 9 bulan merawat pasien virus corona di rumah sakit militer Wuhan. Video tersebut tak pelak menimbulkan kemarahan publik. 

TRIBUNNEWS.COM - Viral video perawat hamil yang menangani pasien virus corona di China, dikecam banyak pihak dan kemarahan warga.

Publik internasional dibuat marah dengan viralnya seorang perawat wanita yang dalam kondisi hamil tetap merawat pasien terinfeksi virus corona.

Padahal, awalnya video tersebut dibuat untuk mengisahkan pengabdian Zhao Yu, perawat yang hamil tersbeut untuk merawat pasien corona.

 Gara-gara Virus Corona, Cuma dalam Waktu 24 Jam 2 Orang Tewas di Italia, 79 Lainnya Terinfeksi

 POPULER Berhasil Sembuh dari Virus Corona Setelah 3 Minggu Dirawat, Tiger Yee: Mengetuk Pintu Neraka

Publik China menyikapi marah setelah sebuah video yang memperlihatkan perawat menangani korban virus corona dalam keadaan hamil dirilis.

Video yang dirilis media pemerintah CCTV itu awalnya bermaksud untuk menunjukkan Zhao Yu sebagai pahlawan karena tetap menjalankan tugasnya.

Potongan video yang dirilis media pemerintah China, CCTV, menunjukkan Zhao Yu. Seorang perawat yang sedang hamil 9 bulan merawat pasien virus corona di rumah sakit militer Wuhan. Video tersebut tak pelak menimbulkan kemarahan publik.(Weibo/CCTV via BBC)
Potongan video yang dirilis media pemerintah China, CCTV, menunjukkan Zhao Yu. Seorang perawat yang sedang hamil 9 bulan merawat pasien virus corona di rumah sakit militer Wuhan. Video tersebut tak pelak menimbulkan kemarahan publik.(Weibo/CCTV via BBC) ()

Namun, gambar itu oleh publik China disikapi sebagai "alat propaganda", seraya menyayangkan mengapa dia dibiarkan bekerja di lingkungan penuh kontaminasi itu.

Lebih dari 2.400 orang menjadi korban meninggal akibat virus corona di seantero China, dengan mayoritas kasus kematian berasal dari Wuhan.

Kemudian dari China sendiri, lebih dari 76.000 terinfeksi, di mana penyebaran virus dengan nama resmi Covid-19 itu juga menjangkiti 20-an negara.

Lebih dari 1.000 kasus dilaporkan, termasuk Italia yang mengumumkan dua korban meninggal dan 79 infeksi dalam rentang waktu 24 jam.

Pertunjukan "propaganda"

HALAMAN 2 >>>>>

Editor: Salma Fenty Irlanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved