BBC

Otoritas sepakbola Inggris larang anak-anak menyundul bola karena risiko demensia, bagaimana dengan Indonesia?

Di tengah kekhawatiran adanya kaitan langsung antara menyundul bola dengan demensia, otoritas sepakbola Inggris, Skotlandia dan Irlandia Utara

Otoritas sepak bola di Inggris, Skotlandia dan Irlandia Utara mengeluarkan panduan yang membatasi anak-anak menyundul bola dalam olahraga sepak bola.

Pembatasan ini berlaku dalam kelompok umur di bawah 18 tahun, sedangkan kelompok umur di bawah 12 tahun dilarang menyundul sama sekali.

Sedangkan bagi kelompok umur antara 12 hingga 16 tahun, akan dilakukan pendekatan berbeda-beda.

Panduan ini akan segera diberlakukan, dan hanya berlaku untuk latihan.

Aturan ini diperkenalkan menyusul penelitian yang memperlihatkan bahwa bekas pesepakbola profesional tiga setengah kali lebih besar kemungkinannya mati akibat gangguan otak dibandingkan bukan pesepakbola.

Apa yang terjadi ketika menyundul bola?

Ada kekhawatiran yang terus tumbuh bahwa menyundul bola secara rutin meningkatkan risiko seorang pesepakbola menderita demensia, dan meninggal karena penyakit tersebut.

Bola sepak beratnya hampir setengah kilogram, dan ilmuwan memperhitungkan bola bisa menghantam kepala dengan kecepatan hingga 128km per jam.

Ketika bola menghantam kepala, otak yang melayang di dalam rongga kepala, terpantul dinding belakang tengkorak, menyebabkan memar.

Kajian yang dilakukan oleh University of British Columbia tahun 2018 menemukan bahwa ada peningkatan jumlah darah yang diasosiasikan dengan protein yang terkait dengan kerusakan sel saraf sesudah menyundul bola.

Jika sundulan hanya sekali, kecil kemungkinan menyebabkan kerusakan. Namun dalam periode panjang ditambah efek-efek lain bisa membawa masalah.

Apa bukti peningkatan risiko demensia?

Jeff Astle meninggal tahun 2002
PA Media
Kematian Jeff Astle dihubungkan dengan kegiatan menyundul bola berkali-kali sebagai pesepakbola profesional.
Halaman
1234
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved