Deutsche Welle

Usulan Italia Gratiskan Siaran Pertandingan Sepak Bola Ditolak

Kementerian Olahraga Italia sempat mengusulkan penyiaran gratis pertandingan sepak bola seri lewat televisi negara itu. Namun usulan…

Usulan Italia Gratiskan Siaran Pertandingan Sepak Bola Ditolak

Sebuah proposal dari Kementerian Olahraga Italia untuk menyiarkan pertandingan sepak bola secara gratis di saluran televisi setempat ditolak oleh Seri A. Sejumlah daerah di Italia telah dikarantina untuk mengurangi sebaran wabah COVID-19 dan beberapa pertandingan berlangsung tanpa penonton.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, pada Jumat (06/03) malam berpidato di hadapan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dan Lega Serie A, dua hari setelah pemerintah mengamanatkan acara-acara olahraga untuk dilangsungkan tanpa adanya penonton di lokasi untuk mengurangi sebaran wabah virus corona jenis baru.

Spadafora mengatakan bahwa cara lain untuk meraih penonton bisa dilakukan dengan memperluas jumlah pemirsa televisi. Langkah ini "akan menjadi cara untuk membatasi ketidaknyamanan dari tindakan yang tengah diberlakukan saat ini." Pemerintah Italia telah memerintahkan penutupan sekolah-sekolah, universitas dan pengadilan untuk melawan wabah COVID-19.

Lembaga penyiaran publik Rai dan jaringan televisi berbayar Sky TV dilaporkan terbuka untuk menindaklanjuti usulan Menteri Spadafora. Sementara keberatan diajukan dari jaringan swasta Mediaset dan Dazn, mereka mengatakan perusahaan yang telah membayar untuk tempat iklan akan merasa dirugikan.

FIGC dilaporkan setuju dengan usulan siaran gratis itu tersebut. Namun pihak Lega, yang menegosiasikan hak siar, menjawab melalui kantor berita ANSA bahwa "serangkaian norma dan kewajiban kontrak saat ini tidak memungkinkan untuk mendukungnya."

Virus telah memukul perekonomian italia

Tidak hanya di bidang olahraga, wabah penyakit COVID-19 ini juga telah memukul sektor lain di italia seperti pariwisata dan budaya. Tanpa mewabahnya virus ini, pertumbuhan ekonomi Italia juga sebenarnya sudah termasuk yang paling lambat di Eropa. Gejolak ini diperkirakan akan kembali mendorong Italia kembali ke dalam resesi dan membebani ekonomi Eropa secara lebih luas.

Kota-kota di Italia utara yang merupakan jantung industri manufaktur dan keuangan Italia telah dikarantina. Maskapai juga mengurangi jumlah penerbangan ke negara itu. Ini berarti lebih sedikit wisatawan akan datang ke Italia dan menyebabkan kerugian besar bagi hotel, restoran, situs wisata dan sektor lainnya.

"Saya terus mendapatkan pembatalan (pemesanan) hingga Juni," ujar Stefania Stea, yang memiliki dua hotel di kota Venesia. Pembatalan Karnaval di kota itu telah mengosongkan kota dan tingkat hunian hotel jatuh ke angka rekor paling rendah, yaitu hanya sebesar 1-2 persen.

Pejabat pariwisata setempat memproyeksikan kunjungan turis asing akan berkurang sekitar 32 juta orang dengan total kerugian 7,4 miliar euro pada kuartal kedua saja. Maskapai penerbangan asing membatalkan penerbangan ke Milan, ibu kota mode dan keuangan Italia, dan ke Venesia.

Pihak berwenang mengeluarkan skema bantuan senilai 7,5 miliar euro yang telah disetujui minggu ini. Skema bantuan ini termasuk bantuan untuk pengangguran jangka pendek guna membantu usaha kecil. Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin akan memangkas suku bunga pada pertemuan minggu depan. Namun suku bunga saat ini pun sudah mendekati atau di bawah nol. Gangguan terhadap bisnis mungkin tidak bisa banyak dibantu oleh bunga kredit yang lebih murah.

Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, telah menekankan bahwa virus itu menyebar dari orang ke orang. "Dan tidak ada yang menunjukkan bahwa rute penularan lainnya, seperti melalui paket atau pengiriman barang, berkontribusi untuk penyebaran selanjutnya dengan cara apa pun." WHO juga menambahkan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan produk makanan menimbulkan risiko penularan penyakit ini.

ae/ts (dpa, AP)

Sumber: Deutsche Welle
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved