BBC

Putri Haya: Istri penguasa Dubai tuding suaminya lakukan penculikan, pemulangan paksa, penyiksaan dan intimidasi

Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al Maktoum, mengatakan kepada istrinya bahwa dia "tidak akan aman di Inggris", menurut pengadilan

Penculikan, pemulangan paksa, penyiksaan dan intimidasi. Tudingan-tudingan yang ditujukan terhadap Emir Dubai, Sheikh Mohammed Bin Rashid Al-Maktoum, oleh mantan istrinya Putri Haya Binti Al-Hussain, menjadi fakta yang terungkap dalam serangkaian putusan oleh Pengadilan Tinggi Inggris.

Menyusul persidangan kasus yang dimulai delapan bulan lalu, pengadilan menerbitkan fakta putusan yang mendukung upaya Putri Haya melarikan diri dari Dubai tahun lalu, bersama kedua anaknya.

Dia memberi tahu teman-temannya bahwa dia khawatir akan keberlangsungan hidupnya.

Sheik Mohammed telah berupaya, namun gagal, agar putusan itu tidak beredar secara publik, namun permintaannya ditolak setelah kasus itu diputuskan untuk kepentingan umum.

Emir Dubai itu disebut "tidak terbuka dan jujur ​​dengan pengadilan".

Dalam sebuah pernyataan setelah putusan itu diterbitkan, Sheikh Mohammed mengatakan: "Sebagai kepala pemerintahan, saya tidak bisa berpartisipasi pada proses pencarian fakta pengadilan. Ini menghasilkan sebuah 'pencarian fakta' yang hanya menceritakan satu sisi dari cerita."

Dia bersikeras bahwa kasus itu adalah masalah pribadi. "Saya meminta media menghormati privasi anak-anak kami dan tidak mengganggu kehidupan mereka di Inggris," katanya.

Princess Haya Bint Al-Hussein leaves the High Court in London with her lawyer, Baroness Fiona Shackleton (R), on 28 February 2020
EPA
Putri Haya keluar dari pengadilan tinggi di London bersama para pengacaranya

'Perempuan muda yang dirampas kebebasannya'

Setelah mendengar pernyataan saksi selama periode waktu tertentu, pengadilan menemukan Sheikh Mohammed bertanggung jawab atas penculikan dan memaksa pulang dua putrinya dari pernikahan lain.

  • Sheikha Shamsa kabur dari rumahnya di Inggris di Surey pada 2000, namun kemudian diculik di Cambridgeshire oleh agen ayahnya dan dipaksa untuk pulang ke Dubai dimana dia dikurung selama di sana. Permintaan Polisi Cambridgeshire untuk mengunjungi Dubai demi menyelidiki kasus penculikannya ditolak.

Hakim menemukan bahwa Sheikh Mohammed "terus mempertahankan rezim di mana kedua perempuan muda ini dirampas kebebasannya".

Halaman
1234
Berita Populer
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved