Dua Pedagang Jepang Ditangkap Kepolisian Tokyo Usai Kepergok Selundupkan Ikan Langka Indonesia

Polisi Metropolitan Tokyo menangkap dua pedagang asal Jepang karena menyelundupkan sejenis ikan "ikan paru-paru" kuno (langka).

Dua Pedagang Jepang Ditangkap Kepolisian Tokyo Usai Kepergok Selundupkan Ikan Langka Indonesia
Foto NHK
Ikan langka “ikan paru-paru” Indonesia. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Polisi Metropolitan Tokyo menangkap dua pedagang asal Jepang karena menyelundupkan sejenis ikan "ikan paru-paru" kuno (langka).

Diketahui ikan ini perdagangan internasionalnya dibatasi oleh Perjanjian Washington.

"Dua tersangka Mamoru Miyata (44), importir dan pedagang grosir hewan di Itabashi-ku, Tokyo, dan Shigeyuki Koyama (33), pemilik toko hewan peliharaan di Totsuka-ku, Yokohama telah ditangkap minggu lalu," ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (9/3/2020).

Menurut Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo, keduanya diduga menyelundupkan 15 ekor ikan langka itu dari Indonesia melewati Australia, seekor ikan purba yang telah dibatasi secara internasional di bawah Perjanjian Washington pada November tahun lalu tanpa izin dari pemerintah Indonesia.

Ikan langka “Ikan Paru-paru” Indonesia
Ikan langka “Ikan Paru-paru” Indonesia (Foto NHK)

Informasi dari otoritas bea cukai mengenai penyelundupan dikirim ke polisi, dan penyelidikan oleh Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo menemukan bahwa "Haigyo Australia" sedang dijual di toko hewan peliharaan di Koyama Tokyo.

Ikan paru-paru adalah ikan yang memiliki ruang bawah tanah yang dikembangkan dan dapat menghirup udara, juga disebut 'fosil hidup', dan dapat diimpor ke Jepang jika mendapat izin dari negara yang bersangkutan melalui prosedur reguler.

Baca: Intip 5 Momen Haru Lamaran Vebby Palwinta dan Razi Bawazier, Ada Pengakuan Mak Comblang

Baca: Jenifer Dunn dan Catherine Wilson Hari Ini Akan Jadi Saksi di Sidang Kasus TPPU Wawan

Ikan tersebut didistribusikan di antara pecinta seharga sekitar 200.000 yen per ekor atau sekitar Rp 27,4 juta.

Kedua orang yang ditangkap itu membantah melakukan penyelundupan.

Mereka mengaku telah dimanfaatkan oknum untuk membeli yang lebih murah dan barang diselundupkan tanpa sepengetahuan mereka.

Demikian pengakuan tersangka kepada para penyidik kepolisian Jepang.

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved