Virus Corona

Jual Kembali Masker dengan Harga Tinggi di Jepang Terancam Satu Tahun Penjara Atau Denda 1 Juta Yen

Pemerintah Jepang Minggu (15/3/2020) mulai memberlakukan peraturan terkait seseorang yang melakukan penjualan kembali masker yang telah dibelinya.

Jual Kembali Masker dengan Harga Tinggi di Jepang Terancam Satu Tahun Penjara Atau Denda 1 Juta Yen
Richard Susilo
Contoh masker di Jepang yang dijual umumnya sekitar 15 yen per satuan atau 1.500 yen per 100. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang Minggu (15/3/2020) mulai memberlakukan peraturan terkait seseorang yang melakukan penjualan kembali masker yang telah dibelinya di tempat lain dengan harga tinggi.

Khususnya dijual kembali di shopping online dengan harga di luar batas kewajaran.

Pelaku akan dikenakan penjara selama satu tahu dan atau kena denda 1 juta yen.

"Pasokan masker masih tidak dapat mengimbangi permintaan, dan kekurangan diperkirakan akan terus berlanjut untuk saat ini," ungkap sumber Tribunnews.com, Minggu (15/3/2020).

Oleh karena itu muncullah penjual spekulan di shopping online yang menjual kembali masker yang dimilikinya dengan harga tinggi dengan tujuan mencari keuntungan tidak wajar.

Namun kini hal tersebut menjadi satu pelanggaran yang dapat mengakibatkan hukuman hingga satu tahun penjara dan atau denda hingga satu juta yen.

Di sisi lain, toko obat di Tokyo masih kekurangan pasokan.

Baca: Virus Corona Mewabah, Ahli Ungkap Tak Usah Buang Uangmu untuk 4 Alat Kesehatan Ini

Baca: Cara Cegah Corona: Langkah Isolasi Diri di Rumah saat Sakit Ringan

"Saya sudah ada sekitar 5 toko mencari sejak pagi, tetapi tidak juga menemukan masker," kata Inamoto seorang pria berusia 50-an yang datang untuk membeli masker kepada Tribunnews.com, Minggu (15/3/2020).

"Beberapa orang mengatakan di tempat kerja bahwa mereka harus membeli di lokasi lelang online dengan harga tinggi, jadi saya ingin mengharapkan adanya efek jera dari larangan penjualan kembali tersbeut," tambahnya.

Menurut "Asosiasi Produsen Masker Nasional", produsen bekerja untuk meningkatkan produksi dengan mengoperasikan lini produksi sekitar akhir Januari, semaksimal mungkin dengan kerja sampai tengah malam.

Meskipun demikian pasokan belum dapat memenuhi permintaan bahkan setelah sekitar satu setengah bulan.

Baca: Sebut Sebagian Tenaga Medis di Jakarta Terpapar Virus Corona, Anies: Tapi Belum Ada Angkanya

Baca: Sinopsis Film Resident Evil: Retribution, Tayang di Bioskop Spesial TransTV Hari ini Pukul 19.00 WIB

"Jumlah permintaan masker di toko-toko telah meningkat, tetapi belum memungkinkan untuk memasok masker dengan jumlah yang cukup terjual segera setelah penyaluran," ungkap pihak asosiasi.

Kamis (12/3/2020) lalu ribuan masker tiba dari pabrik di Myanmar ke Jepang dan mulai di distribusikan keesokan harinya, Jumat (13/3/2020).

Mulai awal sampai pertengahan April 2020 diperkirakan sekitar 50 juta masker akan tiba kembali dari pabrik di Myanmar untuk memasok kekurangan masker di jepang saat ini.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved