Olimpiade 2020

PM Shinzo Abe Berencana Hadiri Start Awal Relay Obor Olimpiade di J Village Fukushima Jepang

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe rencananya akan menghadiri dimulainya relay obor Olimpiade 2020 di J Vilalage Fukushima yang dijadwalkan 26 Maret.

PM Shinzo Abe Berencana Hadiri Start Awal Relay Obor Olimpiade di J Village Fukushima Jepang
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ketua Olimpiade Jepang, Yoshiro Mori. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO  - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe rencananya akan menghadiri dimulainya relay obor Olimpiade 2020 di J Vilalage Fukushima yang dijadwalkan 26 Maret 2020 mendatang.

"Mengenai obor estafet, pada saat grand start di J Village Fukushima pada tanggal 26 Maret akan mempertimbangkan kehadiran PM Jepang," ungkap Ketua Olimpiade Jepang, Yoshiro Mori (82) dalam jumpa pers, Senin (23/3/2020) siang.

PM Shinzo Abe menurutnya meminta agar penyelenggaraan start relay tersebut dengan aman, nyaman menjaga diri antisipasi terhadap virus Corona dan akan mempertimbangkan serius kehadirannya di sana.

"Saya telepon ke PM Abe meminta kehadirannya ke start api Obor Olimpiade tersebut dan meminta dia mempertimbangkan hal tersebut," lanjut Yoshiro Mori.

Logo Olimpiade Japan 2020
Logo Olimpiade Japan 2020 (instagram/olympics)

Pihak Komisi Olimpiade Internasional, Thomas Bach menelepon Mori kemarin sekitar jam 10 malam waktu Jepang dan menyampaikan beberapa hal, antara lain tidak akan meng-cancel Olimpiade tetapi ada kemungkinan penundaan Olimpiade.

"Kami sendiri telah siap meskipun situasi internasional berubah, di beberapa negara di berbagai bagian dunia, seperti Eropa dan AS, ada situasi yang tidak biasa. Kami tidak cukup bodoh untuk mengatakan harus lakukan itu," kata Thomas Bach.

Pimpinan IOC dan panitia Olimpiade dan lainnya menerima berbagai pendapat dari berbagai pihak.

Baca: Mengenal APD yang Digunakan Dokter dan Perawat untuk Mengurangi Risiko Tertular Pasien Virus Corona

Baca: 12 Ton Peralatan Kesehatan Yang Baru Tiba di Indonesia Bantuan Pemerintah Tiongkok

Pertemuan diadakan juga dengan Sekretaris Jenderal Toshiro Muto (76) dan karena pertemuan luar biasa IOC pada pukul 10 malam waktu Jepang, Tokyo 2020.

"Oleh karena itu kami harus setuju dengan mereka, jadi kami sepakat mengadakan pertemuan tersebut malam hari kemarin," ujarnya.

Mori juga mengakui tidak bisa menghindari debat penundaan acara Olimpiade.

Penyerahan Obor Olimpiade dari IOC ke penyelenggara Olimpiade ke Jepang, Kamis (19/3/2020) di Yunani.
Penyerahan Obor Olimpiade dari IOC ke penyelenggara Olimpiade ke Jepang, Kamis (19/3/2020) di Yunani. (Penyerahan TV Olimpiade/Koresponden Tribunnews, Richard Susilo)

Oleh karena itu Mori ingin meneliti skenarionya serta membuat keputusan dalam waktu sekitar empat minggu.

Mori juga menghubungi Gubernur Tokyo, Yuriko Koike dan Perdana Menteri Shinzo Abe, Menteri Hashimoto, Menteri Hagiuda, Penjabat Ketua Endo, dan Ketua Yamashita JOC (Komite Olimpiade Jepang) kemarin malam mengenai pertemuan tersebut.

Baca: Pasien Kedua yang Meninggal di Medan Terpapar Covid-19 di Jawa Barat

Baca: Pandemi Virus Corona Belum Mereda, Penundaan Olimpiade 2020 Jadi Opsi Utama

Sementara itu tim kontingen Olimpiade Kanada pertama kali dari luar negeri melakukan boikot, tidak akan ikut Olimpiade 2020 yang diselenggarakan 24 Juli 2020. Demikian ungkap sumber Tribunnews.com, Senin (23/3/2020).

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved