Virus Corona

COVID-19 di Malaysia: 15 Meninggal, 1.624 Pasien Positif

Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan kematian ke-15 tercatat sebagai seorang pria

COVID-19 di Malaysia: 15 Meninggal, 1.624 Pasien Positif
THE STAR
Seorang penarik becak di Penang tampak kelaparan dan makan di tempat terbuka, saat social distancing dan lockdown untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) diberlakukan di Malaysia. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR-- Malaysia melaporkan kasus kematian baru akibat virus corona (COVID-19), sehingga total pasien meninggal menjadi 15 orang hingga Selasa (24/3/2020).

Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan kematian ke-15 tercatat sebagai seorang pria, warga Malaysia berusia 71 tahun dari Melaka.

Pasien itu tercatat sebagai kasus 1519. Ia punya riwayat kontak dekat pasien lainnya yang terpapar COVID-19, yang telah menghadiri tabliq akbar di Masjid Sri Petaling.

Orang tua itu memiliki sejarah penyakit kronis dan telah menerima perawatan di rumah sakit Sultanah di kota Muar.

Baca: Pemberian Remisi Khusus di Hari Raya Nyepi Hemat Anggaran Makan Narapidana Hingga Rp 542 Juta

Baca: Potret Liburan Nia Ramadhani di Pantai, Pernah Kunjungi Pantai di Bali hingga AS

Baca: Kegiatan Belajar Sekolah di Rumah, Bagaimana dengan Pesantren?

Baca: 1 Pimpinan dan Anggota Ombudsman RI Positif Terinfeksi Corona

Selain itu Malaysia melaporkan 106 kasus baru corona. Jumlah Ini menjadikan total kasus infeksi menjadi 1.624, tertinggi di Asia Tenggara.

Kementerian Kesehatan mengatakan 43 kasus baru dikaitkan dengan tabliq akbar, yang memiliki hubungan dengan 60 persen dari total kasus infeksi di negeri Jiran itu.

Sebanyak 10 orang yang tewas, atau 67 persen dari jumlah kematian, terkait dengan tabliq akbar.

Lima kematian lainnya telah terkait dengan perjalanan ke luar negeri.

Acara tabliq akbar berlangsung dari 27 Februari-1 Maret, dihadiri oleh 16.000 orang.

Hal ini juga menyebabkan kasus infeksi COVID-19 di negara tetangga termasuk Brunei, Singapura dan Kamboja.

Sebanyak 64 pasien saat ini menerima perawatan di unit perawatan intensif, dengan 27 dari mereka memerlukan dukungan ventilasi.

Sejauh ini 24 pasien telah dinyatakan sembuh dan diijinkan pulang.(Bernama/Channel News Asia)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved