Virus Corona

Cara Presiden Rusia Vladimir Putin Stabilkan Perekonomian di Tengah Wabah Corona

Putin menyebut berbagai langkah dilakukan untuk mengatasi dampak ekonomi sebagai akibat dari penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Cara Presiden Rusia Vladimir Putin Stabilkan Perekonomian di Tengah Wabah Corona
AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV
Seorang wanita menonton siaran langsung pidato Presiden Rusia Vladimir Putin kepada bangsa tersebut atas wabah koronavirus, di Moskow pada 25 Maret 2020. (AFP/Kirill KUDRYAVTSEV/AFP) 

TRIBUNNEWS.COM, MOSKWA - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyebut berbagai langkah dilakukan untuk mengatasi dampak ekonomi sebagai akibat dari penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Pernyataan tersebut ia sampaikan pada Rabu kemarin waktu setempat, termasuk memastikan bahwa setiap warga membayar bagian pajak yang sesuai.

Dikutip dari laman Russia Today, Kamis (26/3/2020), Putin pun meminta kenaikan pajak hingga 15 persen untuk dana luar negeri yang masuk ke negara itu.

"Saat ini dua pertiga dari dana (luar negeri) tersebut pada kenyataannya dikenakan tarif pajak riil hanya 2 persen. Sementara warga negara, bahkan mereka yang memiliki gaji kecil, membayar pajak penghasilan 13 persen, ini tidak adil," kata Putin.

"Oleh karena itu, saya mengusulkan bagi mereka yang menarik pendapatan dalam bentuk dividen dari rekening luar negeri, untuk memberikan tarif pajak atas dividen tersebut sebesar 15 persen," tegas Putin.

Baca: Presiden Chechnya Rusia: Siapa yang Tak Patuh Karantina Corona, Harus Dieksekusi

Ia kemudian menekankan bahwa Rusia siap menarik diri dari perjanjian penghindaran pajak berganda dengan negara-negara yang tidak menyetujui langkah-langkah ini.

Putin juga meminta kabinetnya akan memberikan kelonggaran pajak selama enam bulan bagi usaha kecil dan menengah (UKM), selain dari pajak penjualan.

Selain itu, ia turut meminta bank sentral untuk mengambil langkah-langkah lain dalam upayanya mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kebangkrutan.

Termasuk memberikan kelonggaran selama enam bulan untuk pelaku bisnis maupun warga yang memiliki kredit.

Ia juga mendesak para pengusaha untuk membantu menjaga stabilitas di pasar tenaga kerja.

Pemerintah Rusia telah dimandatkan pula untuk meningkatkan tunjangan pengangguran dengan upah minimum, yakni sebesar 12.130 rubel atau sekitar 155 dolar Amerika Serikat (AS) per bulan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved