Virus Corona

Pantau Kedatangan Pelancong dari Eropa dan AS, Hong Kong Gunakan Gelang Pelacak Elektronik

Pihak berwenang Hong Kong terus berusaha menekan penyebaran covid-19, dengan menggunakan gelang pelacak elektronik untuk pantau kedatangan pelancong.

Pantau Kedatangan Pelancong dari Eropa dan AS, Hong Kong Gunakan Gelang Pelacak Elektronik
SCMP/Handout
Pihak berwenang Hong Kong terus berusaha menekan penyebaran covid-19. Langkah terbaru pemerintah Hong Kong muncul di tengah keluhan terkait 'gelang karantina' yang mengandalkan kode QR dan bluetooth tidak berfungsi dengan baik. Lebih lanjut, pihak berwenang Hong Kong akan menggunakan gelang pelacak elektronik tersebut untuk memantau kedatangan pelancong dari Eropa dan AS. 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak berwenang Hong Kong terus berusaha menekan penyebaran covid-19.

Langkah terbaru pemerintah Hong Kong muncul di tengah keluhan terkait 'gelang karantina' yang mengandalkan kode QR dan bluetooth tidak berfungsi dengan baik.

Lebih lanjut, pihak berwenang Hong Kong akan menggunakan gelang pelacak elektronik tersebut untuk memantau kedatangan pelancong dari Eropa dan AS.

Melansir South China Morning Post, Kantor Pejabat Kepala Informasi Pemerintah Victor Lam Wai-kiu mengatakan, gelang Bluetooth baru akan digunakan mulai Rabu (25/3/2020) di bandara

Tetapi hanya untuk mereka yang memasuki Hong Kong saja.

Baca: Hubei Buka Larangan Perjalanan, Hong Kong Pulangkan 500 Warga Terdampar

Baca: Cegah Covid-19, Hong Kong Larang Kedatangan Turis Asing hingga Penjualan Alkohol di Bar dan Restoran

Pihak berwenang Hong Kong terus berusaha menekan penyebaran covid-19. Langkah terbaru pemerintah Hong Kong muncul di tengah keluhan terkait 'gelang karantina' yang mengandalkan kode QR dan bluetooth tidak berfungsi dengan baik. Lebih lanjut, pihak berwenang Hong Kong akan menggunakan gelang pelacak elektronik tersebut untuk memantau kedatangan pelancong dari Eropa dan AS.
Pihak berwenang Hong Kong terus berusaha menekan penyebaran covid-19. Langkah terbaru pemerintah Hong Kong muncul di tengah keluhan terkait 'gelang karantina' yang mengandalkan kode QR dan bluetooth tidak berfungsi dengan baik. Lebih lanjut, pihak berwenang Hong Kong akan menggunakan gelang pelacak elektronik tersebut untuk memantau kedatangan pelancong dari Eropa dan AS. (SCMP/Handout)

"Gelang elektronik itu memiliki fungsi pelacakan dan ketika dipasangkan dengan aplikasi seluler, gelang itu memberikan jaminan tambahan, orang itu benar-benar di rumah," ungkap Victor Lam Wai-kiu.

Ketika gelang itu terhubungan dengan ponsel memakai Bluetooth, Lam mengatakan, pihak berwenang akan mengetahui apakah pengguna meninggalkan rumah mereka setelah di luar jangkauan.

Jika pengguna gelang itu meninggalkan ponsel mereka, pihak berwenang pun akan segera tahu.

Baca: Cegah Corona, Hong Kong Terapkan Gelang Elektronik pada Pengunjung yang Baru Tiba dari Luar Negeri

Baca: Dokter di Hong Kong Sebut Pasien yang Baru Sembuh dari Covid-19 Alami Penurunan Fungsi Paru-parunya

Membantu Pelancong

Lam mengatakan, gelang elektronik akan dipasang di badara dan pihak berwenang juga membantu wisatawan menginstal aplikasi seluler pada saat kedatangan.

Halaman
123
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved