Virus Corona

Risiko Penyebaran Covid-19 Kembali Tinggi, Pemerintah Jepang Bentuk Satuan Tugas

Setelah sempat mereda, kini risiko penyebaran virus corona kembali kini meningkat lagi membuat pemerintah Jepang akhirnya membentuk Satuan Tugas.

Foto Asahi
Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato. 

Namun Koike kemarin hanya mengatakan, "Minggu ini, kekhawatiran tentang overshoot meningkat, dan ini adalah momen yang sangat penting. Saya ingin pekerjaan dilakukan di rumah sebanyak mungkin pada hari kerja dan untuk menghindari ke luar di malam hari. Saya juga ingin Anda tidak pergi ke luar pada akhir pekan nanti."

Mengenai kerja sama dengan perfektur tetangga, "Kami sedang mempertimbangkan konferensi video call bersama untuk bekerja sama dengan perfektur tetangga."

Koike juga menyatakan akan berdiskusi dengan komite eksekutif tentang acara seni bela diri "K-1" yang dijadwalkan akan diadakan di Korakuen 28 Maret mendatang.

Anak-anak berjalan melewati toko resmi Tokyo 2020 di Tokyo. Sehari setelah keputusan bersejarah untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020. -  Penundaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu mengatur kembali Olimpiade Tokyo setelah keputusan bersejarah untuk menunda acara olahraga terbesar di dunia karena pandemi virus coronavirus COVID-19 yang telah mengunci sepertiga planet ini. (AFP/Behrouz MEHRI)
Anak-anak berjalan melewati toko resmi Tokyo 2020 di Tokyo. Sehari setelah keputusan bersejarah untuk menunda Olimpiade Tokyo 2020. - Penundaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yaitu mengatur kembali Olimpiade Tokyo setelah keputusan bersejarah untuk menunda acara olahraga terbesar di dunia karena pandemi virus coronavirus COVID-19 yang telah mengunci sepertiga planet ini. (AFP/Behrouz MEHRI) (AFP/BEHROUZ MEHRI)

Diperkirakan acara tersebut akan ditunda lebih lanjut.

Kasus Covid-19 pertama kali diidentifikasi pada 24 Januari, ketika seorang pria bepergian ke Wuhan, Cina, pulang ke Tokyo positif Covid-19.

Pada bulan Januari, termasuk pria tersebut dan tiga orang dipastikan terinfeksi, termasuk wisatawan dari Tiongkok dan kondektur wisata.

Pada bulan Februari ketika beberapa orang dipastikan terinfeksi positif, jumlah total Januari hingga Februari menjadi 34 orang warga Jepang terinfeksi positif.

Akibat Siaga Satu yang diumumkan Koike kemarin, malam hari dan pagi ini pasar dan supermarket Jepang tampak ramai orang membeli bahan makanan persediaan untuk berjaga-jaga seandainya mudah diberlakukan pada kota Tokyo dan 23 wilayah sekitarnya.

Konfirmasi infeksi warga Tokyo terus meningkat dan menurun bahkan pada bulan Maret 2020 jumlah dua digit menjadi 10 orang untuk pertama kalinya pada 14 Maret 2020.

Baca: Anak Guru Besar UI: Makna di Rumah Aja yang Sebagian Kalian Abaikan Jadi Air Mata Keluarga Kami

Baca: Pantau Kedatangan Pelancong dari Eropa dan AS, Hong Kong Gunakan Gelang Pelacak Elektronik

Setelah itu, ada 12 orang pada tanggal 17 Maret dan 11 orang pada tanggal 20 Maret, dan lebih dari 10 orang dikonfirmasi satu demi satu setelah 20 Maret.

Puncaknya melesat tinggi 41 orang tanggal 25 Maret kemarin.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved