Breaking News:

Jepang Berikan Bantuan ODA Proyek Pengembangan Air Limbah dan Pengendalian Banjir Jakarta Fase Kedua

Dari dana tersebut Proyek Pengembangan Air Limbah Jakarta (Distrik 1) sebesar maksimum 57 miliar 61 juta yen.

Richard Susilo
Menteri luar negeri Toshimitsu Motegi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang resmi Jumat ini (27/3/2020) melalui Duta besar Jepang Masafumi Ishii, kepada Indonesia memberikan bantuan ODA (Official Development Assistance) dana pinjaman maksimum 64,36 miliar yen.

"Bantuan tersebut tadi diberikan kepada Desra Purchaya, Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia , Direktur Jenderal Urusan Asia-Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pembangunan sistem saluran air kotor (Distrik 1) Jakarta, pengembangan infrastruktur pengendalian banjir, pendirian kantor pengelola wilayah sungai," ungkap sumber Tribunnews.com Jumat ini (27/3/2020).

Sebuah surat pertukaran ditandatangani pada dua pinjaman ODA Jepang, hingga total 64,36 miliar yen, untuk memberikan dukungan bagi pengembangan kapasitas.

Dari dana tersebut Proyek Pengembangan Air Limbah Jakarta (Distrik 1) sebesar maksimum 57 miliar 61 juta yen.

"Rencana ini akan memberikan pembiayaan kepada pemerintah Indonesia untuk membangun fasilitas pengolahan limbah dan membangun saluran pembuangan limbah di Distrik 1 yang merupakan kabupaten pengolahan limbah yang terletak di pusat Provinsi Khusus Jakarta."

Implementasi dari proyek ini diharapkan untuk mempromosikan pengolahan limbah yang tepat di Provinsi Khusus Jakarta, dan untuk berkontribusi dalam meningkatkan lingkungan hidup dan sanitasi penduduk dan melestarikan lingkungan air.

Di Zona Ekonomi Khusus Jakarta, pertumbuhan penduduk dan akumulasi komersial mengalami kemajuan karena pertumbuhan ekonomi yang cepat, tetapi pembangunan infrastruktur perkotaan seperti air dan pembuangan limbah tertunda.

Tingkat penetrasi sewerage di Indonesia hanya 11% (pada 2017), dan masalah lingkungan air seperti masalah lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran air badan air publik seperti sungai dan air tanah dan kerusakan kesehatan bagi penduduk menjadi lebih serius.

Dengan implementasi rencana ini, tiga tahun setelah penyelesaian proyek, populasi yang dapat mengambil manfaat dari fasilitas pengolahan limbah hingga untuk 989.389 orang dan kapasitas pengolahan limbah akan menjadi diperkirakan sebesar 240.000 m3 per hari dari hari ke hari nantinya.

Halaman
12
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved