Virus Corona

Lampaui China dan Italia, Jumlah Orang yang Terinfeksi Virus Corona di Amerika Meningkat Pesat

Saat ini, 21 negara bagian AS telah memerintahkan warganya untuk tinggal di rumah mereka untuk mengatasi pandemi.

Lampaui China dan Italia, Jumlah Orang yang Terinfeksi Virus Corona di Amerika Meningkat Pesat
Timothy A. Clary/AFP
Pekerja menggunakan APD di pusat pengujian virus corona drive-through pertama di negara bagian New York Amerika pada 13 Maret 2020. 

TRIBUNNEWS.COM, AS - Amerika Serikat kini mengonfirmasi kasus Covid-19 paling banyak dibanding negara-negara lain, dengan setidaknya 82.404 orang dinyatakan positif Covid-19.

Merujuk data Universitas Johns Hopkins, AS melampaui China yang mencatat 81.782 kasus dan Italia yang melaporkan 80.589 kasus.

Keduanya sebelumnya merupakan pusat pandemi virus corona.

Tetapi dengan 1.200 kematian terkait-Covid-19, jumlah kematian AS masihjauh dibawah China (3.291) dan Italia (8.215).

Tonggak sejarah yang suram ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump meramalkan negaranya akan kembali bekerja "cukup cepat", setelah negara itu melaporkan adanya 3,3 juta warga yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu.

Lebih dari 1.100 orang dengan Covid-19 telah meninggal di AS.

Apa yang dikatakan Presiden Trump?

Ketika AS menyalip China dalam hal kasus virus corona terbanyak, Trump meragukan angka yang dirilis Beijing, mengatakan kepada wartawan: "Anda tidak tahu jumlahnya di China".

Trump mengatakan dia akan berbicara dengan Presiden Xi Jinping melalui telpon pada Kamis malam waktu setempat.

Bisakah presiden memerintahkan semua orang kembali bekerja?
Tidak. Awal bulan ini, dia menetapkan periode 15 hari untuk memperlambat penyebaran virus corona dengan mendesak semua orang Amerika untuk mengurangi interaksi publik secara drastis selama periode tersebut.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved