Virus Corona

Wabah Covid-19 di China: 1 Kasus Lokal, 54 Kasus Impor

China melaporkan kasus pertama lokal penularan virus corona dan 54 kasus impor pada Jumat (27/3/2020).

Wabah Covid-19 di China: 1 Kasus Lokal, 54 Kasus Impor
STR/AFP
Foto diambil pada Rabu, 23 Maret 2020 menunjukkan penduduk bersorak saat anggota tim bantuan medis dari Chongqing berangkat untuk pulang setelah membantu upaya pemulihan virus corona atau COVID-19 di daerah Yunmeng, di kota Xiaogan di Provinsi Hubei, China Tengah. China pada 24 Maret 2020 mengumumkan bahwa lockdown terhadap lebih dari 50 juta orang di Provinsi Hubei akan dicabut. 

TRIBUNNEWS.COM, BEIJING - China melaporkan kasus pertama lokal penularan virus corona dan 54 kasus impor pada Jumat (27/3/2020).

"Ada 55 kasus baru yang dilaporkan pada hari Kamis (26/3/2020), turun dari angka 67 sehari sebelumnya," demikian Komisi Kesehatan Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan pers, pada Jumat (27/3/2020).

Hingga saat ini, terdapat 81.340 kasus yang dikonfirmasi di China.

Korban tewas naik menjadi 3.292 orang, setelah lima kematian baru.

Kasus impor virus corona, sebagian besar adalah warga negara Cina yang kembali ke negaranya.

Shanghai melaporkan 17 kasus baru yang diimpor, kemudian 12 kasus di Guangdong dan masing-masing empat di ibukota Beijing dan dekat Tianjin.

Provinsi Hubei, wilayah pertama virus corona muncul akhir tahun lalu, melaporkan nol kasus baru pada Kamis (26/3/2020), sehari setelah lockdown dibuka.

Saat kota Wuhan segera bangkit, banyak negara di belahan benua lain harus menerapkan lockdown. India dan Inggris menjadi negara teranyar yang memperlakukan lockdown ketat.

Sejak 23 Januari lalu, 11juta penduduk kota Wuhan dipaksa membatasi pergerakan dan hanya tinggal di rumah untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

Presiden China Xi Jinping pada 10 Maret lalu, mengunjungi Wuhan pertama kali sejak dilockdown.

Xi menyatakan optimistisnya bahwa China dapat memenangi pertarungan melawan Covid-19.

Rumah sakit darurat yang sempat dibuka di kota Wuhan telah ditutup dan ribuan tenaga medis baik dokter dan perawat telah pulang ke daerah masing-masing.(Channel News Asian/Reuters)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved