Virus Corona

Dana Darurat Sedikitnya 80 Triliun Yen Untuk Mengembalikan Ekonomi Jepang Dari Hantaman Covid-19

Jumlah bantuan ekonomi darurat tersebut lebih besar daripada saat Lehman Shock di masa lalu.

Jiji
Pimpinan partai demokrat liberal (LDP) Fumio Kishida (kiri) dan PM Jepang Shinzo Abe (kanan) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Partai Demokrat Liberal (LDP) dan Partai Komei menyerahkan rekomendasi langkah-langkah ekonomi terhadap penyebaran virus corona baru kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe Selasa ini (31/3/2020) di Kantor Perdana Menteri.

Ketua LDP Fumio Kishida, mantan menlu Jepang, telah mengusulkan 20 triliun yen dari anggaran fiskal dan 60 triliun yen dalam skala bisnis agar Jepang bisa ke luar dari kesulitan ekonomi gara-gara virus Covid-19.

Jumlah bantuan ekonomi darurat tersebut lebih besar daripada saat Lehman Shock di masa lalu.

Baca: 3.111 Kasus Virus Corona di Iran Dalam 24 Jam, Totalnya Capai 44.606 Kasus

Perdana Menteri menjawab, "Saya akan selalu melindungi pekerjaan tiap orang. Kita akan bangkitkan kembali Jepang untuk mimpi yang lebih baik di masa depan."

Proposal Komeito mengklaim bahwa total 10 triliun yen atau lebih akan dibayarkan dengan menggabungkan manfaat uang tunai, subsidi, kupon, dan penerbitan poin.

Komeito menyarankan bantuan 100.000 yen per orang bagi para pembayar pajak di Jepang.

Baca: Mulai Selasa Ini PM Jepang Mulai Aktif Pakai Masker

PM Jepang juga menyerukan untuk lebih meningkatkan langkah-langkah yang diperlukan.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved