Virus Corona

Kerja Sama Provider Jepang, Pemerintah Dapat Mendeteksi Arus Warga di Tengah Imbauan Merumahkan Diri

Pemerintah Jepang meminta provider perusahaan telepon seluler untuk menyediakan data pendeteksian dini populasi yang terinfeksi Covid-19.

Gugus Tugas Penanggulangan Kasus Corona
Update kasus Corona atau Covid-19 tanggal 30 Maret 2020 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang meminta provider perusahaan telepon seluler untuk menyediakan data pendeteksian dini populasi yang terinfeksi Covid-19.

"Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk mengambil langkah-langkah seperti meminta informasi lokasi dari perusahaan telepon seluler di Jepang untuk memahami arus pergerakan orang per orang dan mengarah pada deteksi dini orang yang terinfeksi," ungkap sumber Tribunnews.com, Selasa (31/3/2020).

Hal ini juga ditekankan oleh Menteri IT Jepang, Naokazu Takemoto.

"Kami tidak mencari informasi yang akan mengidentifikasi individu tersebut. Kadang memang sulit untuk memahami apakah data berguna tanpa menganalisisnya. Saya hanya ingin dapat menemukan kategori setiap individu," kata Menteri Naokazu Takemoto, Selasa (31/3/2020).

Menurut laporan bersama Sekretariat Kabinet, Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi, dan kementerian terkait lainnya seperti Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan akan meminta perusahaan telepon seluler domestik dan perusahaan IT besar untuk menyediakan data statistik mereka guna mencegah penyebaran infeksi virus coronavirus baru.

Data yang diminta untuk disediakan diharapkan mencakup informasi lokasi ponsel dan kata-kata kunci yang dicari di internet.

Baca: Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Tengah Wabah Virus Corona

Baca: Pelarangan Bus AKAP di Jabodetabek Ditunda, Alasannya Belum Ada Kajian Dampak Ekonomi

Dengan memahami aliran orang di setiap wilayah, pemerintah ingin menganalisis dampak dari permintaan pemerintah daerah untuk menahan diri agar tidak ke luar dan menemukan populasi yang terinfeksi lebih awal.

Dengan akses kepada data seluler tersebut, yang sebenarnya sudah terjadi saat ini, pemerintah dapat melihat langsung arus pergerakan manusia di Tokyo dalam bentuk dot (titik-titik) baik biru atau merah (yang terinfeksi) di daerah khususnya Kanto (Tokyo dan sekitarnya).

"Dengan mengetahui arus pergerakan manusia tersebut, pemerintah dapat menganalisa kemungkinan kontak ke mana kaitannya dari yang terinfeksi, sehingga dapat mengeliminasi lebih lanjut kontak tersebut di masa depan agar tak tersebar lebih lanjut," ungkap sumber Tribunnews.com.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved