Breaking News:

Virus Corona

Alami Masa Sulit, Perusahaan Startup di AS Mulai PHK Karyawannya

lebih dari 6.000 karyawan perusahaan Startup di AS telah ditangguhkan dan mulai mengambil cuti tanpa dibayar.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dampak dari penyebaran virus corona atau Covid-19, membuat beberapa perusahaan startup asal Amerika Serikat (AS) alami keadan sulit.

Menurut laporan New York Times yang dikutip pada Sabtu (4/4/2020), beberapa perusahan perjalanan atau travel seperti Vacasa, Everlane dan ZipRecruiter mulai melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHk) untuk melakukan penghematan.

Selain itu menurut New York Times, lebih dari 6.000 karyawan perusahaan Startup di AS telah ditangguhkan dan mulai mengambil cuti tanpa dibayar.

Selain itu perusahaan besar layanan penyewaan penginapan rumahan seperti Airbnb, telah menangguhkan dan membekukan pemasaran senilai 800 juta dollar AS.

Baca: Menaker Buka Suara Terkait 3.611 Buruh di DKI Kena PHK Gara-gara Corona

Kemudian Startup bernama Bird juga, mulai memberhentikan sepertiga dari tenaga kerjanya dari jarak jauh.

British Airways Tangguhkan 30 Ribu Karyawannya

Sementara itu pada industri penerbangan menurut laporan The Guardian, terkena imbas dari penyebaran Covid-19 ini karena adanya pembatasan perjalanan, dan membuat ribuan staff diberhentikan sementara atau mengambil cuti tidak berbayar.

Salah satunya adalah British Airways, yang melakukan penangguhan terhadap 30 ribu karyawannya mulai dari awak kabin, kantor pusat dan insinyur mereka.

Penangguhan ini dikatakan diberlakukan hingga akhir Mei, lebih cepat dari skema cuti pemerintah untuk perusahaan-perusahaan yang terkena pandemi Covid-19.

Baca: Terdampak Virus Corona, 2.975 Tenaga Kerja di Denpasar Dirumahkan Tanpa Upah, 53 Lainnya di-PHK

Karyawan yang ditangguhkan tersebut akan dibayar 80% dari gaji mereka, dengan ketentuan skema negara yang membatasi pembayaran hingga 2.500 pound sterling per bulan.

British Airways sendiri dikatakan telah mendaratkan atau grounded semua pesawatnya di bandara Gatwick minggu ini.

Kemudian sebanyak 4.000 pilotnya, telah mengambil cuti tidak berbayar selama empat minggu antara April dan Mei.

Perusahaan induk British Airways, International Airlines Group juga mengumumkan telah memutuskan untuk mengurangi kapasitas kursi sebesar 90 persen, pada bulan April dan Mei dibandingkan dengan tahun lalu.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved