Senin, 19 Januari 2026

Lansia Jadi Korban Penipuan Anggota Yakuza Jepang, Polisi Gerebek Markas Sumiyoshikai

Kalangan usia lanjut (lansia) di Jepang kembali menjadi korba penipuan mafia Jepang (yakuza). Akibatnya korban mengalami kerugian hingga jutaan yen.

Editor: Dewi Agustina
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Kazuma Kataoka (31), anggota yakuza Sumiyoshikai Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kalangan usia lanjut (lansia) di Jepang kembali menjadi korba penipuan mafia Jepang (yakuza). Akibatnya korban mengalami kerugian hingga jutaan yen.

"Penyelidikan polisi satu setengah tahun membuktikan mafia Jepang (yakuza) Sumiyoshikai ada di belakang layar sindikat penipuan khususnya kepada para lansia di Jepang, sehingga penggerebekan baru dilakukan kemarin," kata sumber Tribunnews.com, Sabtu (4/4/2020).

Jumat (3/4/2020) kemarin polisi khusus anti yakuza sebanyak 20 orang menggerebek markas besar Sumiyoshikai di Minatoku dan juga markas kelompok bawahannya di Itabashi Tokyo.

Kataoka ditangkap Oktober 2018 karena melakukan penipuan terhadap nenek berusia 74 tahun dari Perfektur Yamaguchi.

Polisi Perfektur Mie menyelidiki lokasi penembakan rumah yakuza Jepang, Kiyoshi Takayama (72).
Polisi Perfektur Mie menyelidiki lokasi penembakan rumah yakuza Jepang, Kiyoshi Takayama (72). (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Sang yakuza berpura-pura sebagai penjaga anggota keluarga (putri) dari sang nenek dan berhasil memperoleh 2,5 juta yen dari sang nenek.

"Bukan hanya sang nenek, penipuan lainnya juga berhasil dilakukannya sehingga total kerugian para lansia Jepang dilakukan Kataoka mencapai 12 juta yen," tambah sumber itu.

Setelah menggerebek dan membongkar markas anak Sumiyoshikai di Itabashi (Kouhei Ikka) tanggal 31 Maret lalu, polisi juga menggerebek markas utama Sumiyoshikai di Minatoku, Jumat (3/4/2020).

Baca: Cegah Meluasnya Corona, PBNU Imbau Salat Tarawih dan Id di Rumah

Baca: MUI Sebut Ketidakpahaman Pemicu Masyarakat Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19

Uang penipuan diduga kuat mengalir ke kelompok Sumiyoshikai.

Polisi masih menyelidiki terutama aliran uang penipuan tersebut.

Antisipasi penipuan setiap hari dilakukan di berbagai media antara lain TV NHK di sore hari.

Namun penipuan tetap saja terjadi walaupun jumlah kasusnya tampak semakin sedikit.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved