Virus Corona
Tempat Hiburan Malam, Karaoke, dan Yakuza Jepang Mulai Menjerit di Tengah Pandemi Corona
Akibat pandemi virus corona, sejumlah toko pachinko, karaoke dan hiburan malam telah ditutup sementara selama akhir pekan.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Akibat pandemi virus corona, sejumlah toko pachinko, karaoke dan hiburan malam telah ditutup sementara selama akhir pekan.
Dalam rantai pachinko, Dynam, Maruhan, dan Undertree semuanya memutuskan untuk sementara waktu menutup semua toko di Tokyo pada tanggal 4 dan 5 April ini.
Selain itu, Round One, yang mengoperasikan fasilitas rekreasi serba guna seperti bowling dan karaoke, ditutup sementara untuk semua toko di Tokyo dan Osaka dari tanggal 2 April, dan sementara waktu nantinya akan membuka lagi tanggal 10 April mendatang sambil melihat situasi kondisi.
Selain itu, semua toko Karaoke Manekineko di Tokyo akan ditutup sementara hingga 13 April 2020.
Sedangkan saingannya, karaoke "Big Echo" dan "JOYSOUND" akan dibuka lagi 12 April 2020.
Kini bukan hanya bisnis karaoke, tetapi dunia malam Jepang apalagi kalangan mafia Jepang (yakuza) mulai menjerit di tengah pandemi Corona.
"Klub malam tutup, pachinko tutup, karaoke tutup, dan sebagainya, bagaimana kita bisa dapat uang dari mereka?" ungkap Suzuki (nama samaran), seorang anggota yakuza kepada Tribunnews.com, Sabtu (4/4/2020).
Baca: Cara Dapat Token Listrik Gratis, Jangan Lupa Cek Kode Meter Listrik Rumahmu!
Mikajimeryo (uang proteksi) sudah dilarang sejak sekitar sepuluh tahun lalu dengan UU Anti Yakuza yang disempurnakan.
Namun dalam praktiknya tetap saja berlangsung dan lebih kepada keterkaitan batin antara kalangan yakuza dengan para pemilik toko tersebut.
"Kita kan saling berterima kasih saja. Toko jadi aman karena ada yang jagain, tidak diganggu para chimpila yang kini banyak berdiri sendiri, lepas dari kelompoknya. Jadi ya pantaslah sekadar kasih seberapa yen setiap bulannya karena hubungan sudah sejak lama sekali dengan para anggota yakuza tersebut," kata Mukoyama, seorang pemilik klub malam di Kabukicho Shinjuku kepada Tribunnews.com, Sabtu (4/4/2020).
Hubungan simbiosis mutualisme tersebut lebih menjadi hubungan personal karena memang banyak yang memiliki kaitan puluhan tahun lalu sebagai semacam "bodyguard" bagi toko-toko klub malam, karaoke, maupun tempat hiburan lain yang ada di daerah entertainment Kabukicho Shinjuku Tokyo.
Namun tamu yang tidak hadir sejak sebulan terakhir ini cukup memprihatinkan, termasuk para wanita penghibur yang tak bisa bekerja dan tak bisa mendapatkan uang makannya dari dunia malam Tokyo yang gemerlap selama ini.
Baca: Banyak Ditolak Warga yang Takut, Jenazah Positif Covid-19 Aman Dikuburkan Sudah Dibungkus Berlapis
"Bagaimana mau kerja, terima panggilan pun, banyak lelaki yang ketakutan. Jangan-jangan saya sudah positif Corona pula. Jadi mereka pun banyak yang menghindar juga dari saya," ungkap Yuko, seorang PSK Kabukicho yang cukup populer karena kecantikannya mengeluh kepada Tribunnews.com, Jumat (3/4/2020) malam.
Apa yang mau dikerjakan mereka, juga tak jelas saat ini, kecuali berdiam di rumah sesuai imbauan pemerintah Jepang.
"Kita juga sadar akan pandemi Covid-19 ini. Kalau kita ramai-ramai juga tak akan memberikan manfaat apa pun kecuali malah jadi sakit dan menularkan ke orang lain. Kita juga ngeri dengan corona ini, maka tak heran semua banyak yang merumahkan diri, kerja sama kali ini dengan imbauan pemerintah," lanjut Suzuki.
Kalangan dunia hiburan malam di Jepang termasuk Yakuza merasa khawatir karena belum tahu sampai kapan keadaan ini akan terus berlangsung.
Sementara pengeluaran tetap berjalan seperti biaya makan, biaya fasilitas listrik air gas, biaya sewa rumah dan sebagainya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/karaoke-dan-hiburan-malam-di-kabukicho-shinjuku-tokyo-jepang.jpg)