Virus Corona

Ketua Keidanren Jepang: Perlu Antisipasi Segera Bagi Bisnis Jangka Pendek

Mengenai langkah-langkah ekonomi yang ada Keidanren mendesak pemerintah agar berurusan dengan bisnis jangka pendek.

Aflo
Ketua Umum Keidanren Hiroaki Nakanishi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menanggapi deklarasi darurat pemerintah Jepang yang akan diumumkan besok oleh PM Jepang Shinzo Abe, Ketua Umum Keidanren (Federasi Ekonomi Jepang) Hiroaki Nakanishi menghimbau kepada para pengusaha agar dapat mengantisipasi segera bisnis jangka pendek terutama kepada para customernya.

"Perlu implementasi awal langkah-langkah ekonomi, dan juga mengungkapkan bahwa Keidanren telah membentuk badan konferensi baru untuk mengoordinasikan proposal untuk langkah-langkah ekonomi," ungkap Nakanishi Senin ini (6/4/2020).

Mengenai langkah-langkah ekonomi yang ada Keidanren mendesak pemerintah agar berurusan dengan bisnis jangka pendek.

"Kami ingin menyerukan langkah-langkah mendesak kepada pemerintah untuk memperhatikan bisnis pelanggan dalam jangka pendek, di mana pelanggan tidak akan dapat survive dan ada risiko kebangkrutan. Selanjutnya, langkah-langkah harus diambil jika situasi ini berlanjut untuk waktu yang lama," tekannya.

Pada jangka menengah hingga panjang, ia menekankan pentingnya mempromosikan Digital Transformation (DX) seperti promosi telework dan inovasi bisnis dengan teknologi digital.

Nakanishi menunjukkan bahwa tindakan darurat jangka pendek adalah dengan keharusan mengambil langkah tegas.

"Ini bukan kekacauan tentang situasi keuangan negara yang sulit," katanya lagi.

Olehkarena itu pemerintah menurutnya perlu memberikan prioritas untuk mencegah kebangkrutan dan mengamankan pekerjaan.

Dalam keadaan ini, Keidanren meluncurkan "Konferensi Coronavirus Baru" untuk memperkuat proposal bagi langkah-langkah ekonomi.

Nakanishi akan menjadi ketua, dan bersama dengan Wakil Ketua dan Wakil Ketua Komite Musyawarah, akan mengoordinasikan proposal tentang langkah-langkah ekonomi kepada pemerintah.

Wawancara dengan masing-masing perusahaan sudah dimulai, dan putaran pertama akan dilakukan pada awal Mei.

"Selanjutnya, mengenai kegiatan rekrutmen yang dikacaukan oleh korona baru, kami menerbitkan kembali dokumen yang mendesak perusahaan anggota untuk merespons secara fleksibel, dan menyerukan tanggapan untuk tidak menciptakan zaman es pekerjaan yang kedua," lanjutnya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved