Virus Corona

Masker Pembagian PM Jepang Shinzo Abe Diterima Panti Jompo dan Taman Kanak-kanak

Masker-masker yang telah dikirimkan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja sudah diterima panti jompo dan taman kanak-kanak di Jepang.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Masker pemerintah Jepang dari kain yang dibagikan kepada setiap keluarga 2 masker telah tiba di beberapa lokasi sejak Minggu (5/4/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Masker kain gratis sebanyak dua lembar dari Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah dikirimkan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Tenaga Kerja Jepang, Jumat (3/4/2020).

Minggu (5/4/2020) kemarin masker-masker tersebut sudah diterima panti jompo dan taman kanak-kanak di Jepang.

"Iya maskernya kita terima kemarin," ungkap Kazuo Arata, pimpinan panti jompo Klub Kesejahteraan Kyoto di Tenjin Kyoto kepada TBS TV, Senin (6/4/2020).

Meskipun demikian Arata mengkritik masker tersebut karena dianggap tidak sesuai standar WHO (Badan Kesehatan Dunia).

PM Jepang Shinzo Abe
PM Jepang Shinzo Abe (Richard Susilo)

"Terima kasih maskernya telah kami terima tetapi itu masker tidak cocok dengan standar WHO yang mengharuskan sampai dagu bisa tertutup ternyata masker ini tidak bisa menutupi dagu secara keseluruhan," kata dia.

Masker gratis yang dibagikan dua lembar untuk setiap alamat di Jepang juga diterima taman kanak-kanak di Kota Nara tetangga Kyoto.

Guru di sana mengungkapkan terima kasih atas kiriman pemerintah untuk TK yang dijalankannya.

Baca: Bukan Masker dan Hand Sanitizer, Barang ini Kini Diburu untuk Mencegah Corona

"Di saat kekurangan masker kita terima kasih sekali telah terima masker gratis dari pemerintah, senang sekali kami," kata guru tersebut.

Sementara itu dari sumber Tribunnews.com di Kementerian Kesehatan Senin (6/4/2020) mengungkapkan masker baru akan dikirimkan kepada alamat pribadi masing-masing mulai minggu-minggu ini, sehingga diharapkan hari Minggu (12/4/2020) mendatang sudah banyak warga yang menerima masker gratis tersebut.

Masker dari kain dan diharapkan dipakai berkali-kali setelah dicuci dengan air bersih.

Masker Pemberian PM Jepang_1
Ketebalan masker dilihat dari samping dua lapis kain.

"Namun cara pencucian masker tidak boleh dipelintir dengan keras. Cukup dengan menekannya lembut agar air ke luar dari kain tersebut supaya serat kain yang akan menyaring virus tidak rusak," ungkap seorang ahli masker kepada Tribunnews.com beberapa waktu lalu.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved