Virus Corona
Anggaran Darurat Antisipasi Penyebaran Virus Corona 108 Triliun Yen, Terbesar dalam Sejarah Jepang
Pemerintah Jepang menyiapkan anggaran sebesar 108 triliun yen untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi darurat sebagai antisipasi penyebatan Covid-19.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Pemerintah Jepang menyiapkan anggaran sebesar 108 triliun yen untuk menerapkan langkah-langkah ekonomi darurat sebagai antisipasi penyebatan Covid-19.
Anggaran ini ditambah lagi dengan pengeluaran sebesar 16 triliun 55,7 miliar yen, anggaran terbesar dalam sejarah Jepang.
"Hal ini merupakan sesuatu yang tidak biasa untuk merumuskan anggaran tambahan pada awal tahun, dan kebijakan ini mencakup semua sumber daya yang diperlukan dengan obligasi pemerintah," ungkap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam rapat dengan parlemen Jepang, Selasa (7/4/2020).
Menanggapi penyebaran virus corona, pemerintah akan memutuskan langkah-langkah ekonomi mendesak yang akan membawa ukuran total bisnis, termasuk pinjaman dari lembaga keuangan dan penangguhan pajak, dengan total sekitar 108 triliun yen, yang terbesar yang pernah ada dalam sejarah Jepang.
"Jadi, kami telah memutuskan anggaran tambahan untuk tahun ini untuk mengimplementasikannya," kata PM Shinzo Abe.
Baca: VIDEO Cara Mudah Membuat Masker Kain di Rumah Serta Langkah untuk Mencucinya Setelah Digunakan
Kebijakan utama keperluan adalah sebagai berikut:
Sebanyak 1 triliun 809,7 miliar yen untuk pencegahan penyebaran infeksi, pemeliharaan sistem medis, pengembangan obat-obatan terapeutik, dan sebagainya.
Pembayaran uang tunai kepada rumah tangga dan UKM yang terkena dampak penurunan pendapatan, sebesar 10 triliun 630 miliar yen akan dialokasikan untuk langkah-langkah arus kas negara.
Untuk mengantisipasi penyebaran infeksi, 1 triliun 848,2 miliar yen dimasukkan ke dalam langkah-langkah untuk merangsang konsumsi, seperti perjalanan (turis), penginapan, dan diskon makanan dan minuman.
Selain itu, 1,5 triliun yen akan dipesan untuk membangun rencana darurat untuk pengendalian penyakit menular sebagai persiapan untuk pengeluaran yang luar biasa.
Sesuatu yang menarik kali ini dalam merumuskan anggaran tambahan pada awal tahun, dengan semua sumber daya yang diperlukan akan menerbitkan obligasi pemerintah tambahan, sebesar 16 triliun 55,7 miliar yen.
Baca: Jokowi Minta Protokol Kesehatan Dijalankan dalam Program Padat Karya Tunai
Perincian termasuk obligasi pemerintah yang disponsori defisit 14 triliun 476,7 miliar yen dan obligasi pemerintah konstruksi sebesar 2 triliun 329 miliar yen.
Akibatnya, jumlah penerbitan obligasi pemerintah tahun fiskal ini, termasuk anggaran awal, akan mencapai sekitar 49 triliun yen.
Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/shinzo-abe-pakai-masker-nih3.jpg)