Breaking News:

Virus Corona

WHO: Dunia Kekurangan 6 Juta Perawat untuk Perangi Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatakan dunia membutuhkan hampir enam juta perawat untuk memerangi virus corona (Covid-19).

AFP/JOSEP LAGO
Anggota Unit Darurat Militer (UME) melakukan desinfeksi umum di binatu fasilitas perawatan yang diperpanjang Sant Antoni di Barcelona. Spanyol. Jum'at (27 Maret 2020). Korban tewas di Spanyol melonjak lebih dari 4.800 hari ini setelah 769 orang meninggal dalam 24 jam, dalam angka rekor satu hari untuk kematian, kata pemerintah. Spanyol memiliki angka kematian tertinggi kedua di dunia setelah Italia, dan sejauh ini menderita 4.858 kematian, sementara jumlah kasus melonjak menjadi 64.059. (AFP/Josep LAGO) 

TRIBUNNEWS.COM, GENEVA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatakan dunia membutuhkan hampir enam juta perawat untuk memerangi virus corona (Covid-19).

Badan Kesehatan PBB bersama dengan Mitra Keperawatan "Nursing Now" dan Dewan Perawat Internasional (ICN) menggarisbawahi peran penting yang dimainkan oleh perawat.

Perawat menjadi tulang punggung sistem kesehatan dunia, yang mencakup lebih dari separuh pekerja kesehatan di seluruh dunia.

"Perawat adalah tulang punggung dari setiap sistem kesehatan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan resmi.

"Hari ini, banyak perawat berada di garda terdepan dalam pertempuran melawan Covid-19, " jelasnya.

Baca: Dalam 6 Minggu 10.000 Orang Meninggal di AS Akibat Corona, Rumah Sakit Mulai Kewalahan

Karena itu penting mereka mendapatkan dukungan yang dibutuhkan untuk menjaga dunia tetap sehat .

Laporan WHO mencatat hanya ada kurang 28 juta perawat di dunia.

Dalam lima tahun hingga 2018, jumlahnya tumbuh 4,7 juta perawat.

"Tetapi jumlah ini masih kurang sebesar 5,9 juta," ujarnya.

Menurut dia, kesenjangan terbesar ada di negara miskin di Afrika, Asia Tenggara, Timur Tengah dan sebagian Amerika Selatan.

Laporan itu mendesak negara untuk mengidentifikasi kesenjangan jumlah tenaga Keperawatan mereka dan menginvestasikan dana untuk pendidikan keperawatan, lapangan pekerjaan perawat.

Kepala Eksekutif ICN Howard Catton mengatakan tingkat infeksi, kesalahan pengobatan dan angka kematian akan lebih tinggi di negara yang jumlah perawatnya sedikit.

"Yang terjadi sekarang kekurangan tenaga perawat ," ujarnya.

Catton mengatakan, 23 perawat telah meninggal di Italia dan mengutip angka menunjukkan sekitar 100 pekerja kesehatan telah meninggal di seluruh dunia.

Sementara itu ia mengatakan ada laporan dari sembilan persen pekerja kesehatan yang terinfeksi di Italia.

"kita sekarang mendengar tentang tingkat infeksi hingga 14 persen di Spanyol ".

Dia prihatin, saat para pekerja kesehatan berjatuhan saat memerangi Covid-19, diantaranya karena negara tidak berbuat cukup untuk melindungi mereka.(AFP/Channel News Asia). 

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved