Virus Corona

Hanya Pemda Tokyo Saja Akan Memberikan Uang Kerjasama Bagi UKM Jepang

hanya pemda Tokyo saja yang juga akan memberikan uang kerjasama (kyoryokukin) bagi UKM nya yang ada di Tokyo.

Richard Susilo
Gubernur Tokyo Yuriko Koike 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Selain pengumuman bantuan dari pemerintah pusat yang diberikan PM Jepang Shinzo Abe kemarin malam (7/4/2020), ternyata di level pemerintah daerah (pemda) hanya pemda Tokyo saja yang juga akan memberikan uang kerjasama (kyoryokukin) bagi UKM nya yang ada di Tokyo.

"Kami berharap semua pengusaha yang terkena larangan buka toko dan memenuhi permintaan ini, maka kami akan mempertimbangkan pemberian uang kerjasama (kyoryokukin) kepada para Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti restoran dan lainnya nantinya," tegas Gubernur Tokyo Yuriko Koike kemarin malam (7/4/2020).

Sedangkan kebijakan lain terkait Deklarasi Darurat (8 April-6 Mei 2020) yang dilakukan di 7 kota besar di Jepang (Tokyo, Kanagawa, Chiba, Saitama, Osaka, Hyogo dan Fukuoka) mulai hari ini (8/4/2020) adalah sama semua, kecuali pemda Tokyo yang memberikan uang kerjasama (belum ditentukan oleh Koike).

Hotel, toko farmasi, konbini, supermarket, hotel, kereta api, listrik, gas, air, taksi, kurir pengiriman, sewa mobil, lembaga finansial bis, kapal laut, kantorpos, dan sebagainya dapat berjalan dengan normal seperti hari-hari biasa dalam masa Delarasi Darurat sampai dengan 6 Mei 2020 mendatang.

Baca: Kondisi PM Inggris Memburuk karena Covid-19, Jokowi Kirimkan Doa: Semoga Lekas Sembuh

Sedangkan yang dilarang oleh pemerintah Jepang, meminta kerjasama agar tidak dilakukan adalah hal-hal sebagai berikut:

Semua sekolah termasuk sekolah belajar mobil, kursus, taman kanak-kanak diminta diliburkan.

Tempat bowling, akuarium, tempat golf, semua lokasi olahraga, cabaret, klub malam, karaoke, pachinko, game center, tempat nonton film, museum, perpustakaan, net cafe, live house, toko mahjong dan beberapa lokasi yang bisa menyerap banyak orang berkumpul dilarang dibuka.

Sedangkan restoran diharapkan melakukan bisnis pengiriman ke konsumen dan menjauhkan kumpulan banyak orang di dalam restoran tersebut.

Anggaran antisipasi virus corona di Jepang sedikitnya 108 triliun termasuk keringanan pajak penghasilan dan keringanan pajak asuransi pensiun sekitar 6 triliun yen.

Bantuan pemerintah untuk mengatasi masalah ini hampir dua kali lipat dibandingkan di saat Lehman Shock bulan September 2008.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved