Breaking News:

Virus Corona

Singapura Pindahkan 1.300 Pekerja Asing ke Kamp Militer untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Sekitar 1.300 pekerja asing dipindahkan sementara ke dua kamp Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) minggu ini

Facebook/Emmett Jaegerjaquez
Jalanan sepi dari aktivitas karena warga memilih stay at home di Singapura 

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA - Sekitar 1.300 pekerja asing dipindahkan sementara ke dua kamp Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) minggu ini.

Ini adalah bagian dari upaya nasional untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19).

Dalam postingan di Facebook, Departemen Pertahanan (MINDEF) Singapura pada Kamis (9/4/2020) mengatakan SAF telah mempersiapkan tempat tinggal bagi para pekerja asing di Kamp Bedok II dan Kamp Jurong II.

"Tempat ini tidak terpakai, tidak diperlukan untuk kegiatan operasional SAF dan secara fisik dipisahkan dari fasilitas SAF lainnya," menurut media lokal Singapura.

Sebuah video yang menyertainya postingan MINDEF di Facebook menunjukkan prajurit berseragam memberikan petunjuk arah kepada pekerja asing.

Baca: 7 Siswa Setukpa Sukabumi Sembuh dari Virus Corona

Dalam video tersebut dijelaskan, para pekerja asing akan diminta untuk mengikuti tindakan keamanan kesehatan yang ketat selama mereka tinggal di kamp.

Termasuk dua kali sehari pemeriksaan suhu tubuh, makan dan memperhatikan jarak aman satu dengan lainnya.

Mereka juga akan melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan yang baik dan tidak menunjukkan gejala demam atau pernapasan.

Asrama pekerja asing telah menjadi perhatian selama wabah corona. Sebab asrama pekerja asing telah menjadi episentrum baru penyebaran virus corona.

Pada konferensi pers pada Kamis (9/4/2020), Menteri Pembangunan Nasional Lawrence Wong mengatakan, tindakan kesehatan masyarakat yang efektif harus diambil untuk menekan penyebaran Covid-19 di asrama pekerja asing.

Ini termasuk skrining untuk kasus, menggelar pemeriksaan medis di asrama, dan memisahkan mereka yang positif virus dari mereka yang sehat.

Untuk mencapai hal ini, jumlah pekerja di setiap asrama perlu dikurangi.

Hingga Kamis (9/4/2020), total 1.910 kasus telah dikonfirmasi di Singapura. (The Straits Times/ANN/The Star).

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved