Breaking News:

Virus Corona

Ada Corona, Pemimpin Iran Sarankan Pertemuan Massal Selama Ramadan Dilarang

Iran kemungkinan akan melarang pertemuan massa selama bulan suci Ramadan, mengingat penyebaran virus corona.

Kantor Pemimpin Tertinggi Iran melalui AP
Dalam foto yang dirilis pada hari Jumat, 20 Maret 2020 oleh situs web resmi kantor pemimpin tertinggi Iran, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei berpose untuk potret sebelum menyampaikan pesannya untuk Tahun Baru Iran, atau Nowruz, di Teheran, Iran. Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Hassan Rouhani dalam pesan tahun baru yang terpisah bersumpah untuk mengatasi virus corona baru dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

TRIBUNNEWS.COM - Iran kemungkinan akan melarang pertemuan massa selama bulan suci Ramadan, mengingat penyebaran virus corona.

Hal ini disampaikan oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (9/4/2020) kemarin.

Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei melalui pidato secara live di televisi.

Khamenei juga mengatakan, kegiatan ekonomi Iran mulai kembali bangkit meski dihantam wabah mematikan ini.

"Dengan tidak adanya pertemuan publik di bulan Ramadan, termasuk ibadah, khutbah, dan lainnya, kamu kehilangan mereka (pertemuan massal selama ibadah di bulan Ramadan-Red)," kata Khamenei yang dikutip dari Time of Israel.

Baca Juga: Demo Buntut Iran Tak Sengaja Tembak Pesawat Ukraina, Donald Trump Mendukung, Khamenei Diminta Mundur

Baca Juga: Sindiran Pemimpin Tertinggi Iran kepada Pejabat AS: Mereka Bodoh Level Tinggi

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan suaranya pada  pemilihan parlemen di sebuah TPS di Teheran, Iran. Jum'at (21/02/2020). Orang-orang Iran mulai memberikan suara dalam pemilihan parlemen yang mana kaum konservatif diperkirakan akan mendominasi, memanfaatkannya pada kemarahan publik terhadap Presiden konservatif moderat Hassan Rouhani karena ekonomi yang hancur, korupsi dan berbagai krisis. (KHAMENEI.IR/ AFP/HO/IRANIAN PRESIDENCY)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan suaranya pada pemilihan parlemen di sebuah TPS di Teheran, Iran. Jum'at (21/02/2020). Orang-orang Iran mulai memberikan suara dalam pemilihan parlemen yang mana kaum konservatif diperkirakan akan mendominasi, memanfaatkannya pada kemarahan publik terhadap Presiden konservatif moderat Hassan Rouhani karena ekonomi yang hancur, korupsi dan berbagai krisis. (KHAMENEI.IR/ AFP/HO/IRANIAN PRESIDENCY) (AFP/-)

Puasa Ramadan

Untuk diketahui, Ramadan 2020 akan dimulai pada akhir April 2020 dan berlangsung hingga Mei mendatang.

Pejabat publik di Iran belum membahas rencana untuk bulan suci Ramadan mendatang.

Halaman
12
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Sri Juliati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved