Breaking News:

Virus Corona

Wagyu Jepang akan Dijual Murah di Supermarket akibat Dampak Menurunnya Jumlah Turis

Karena permintaan daging sapi jatuh akibat penyebaran virus corona, maka Jepang memutuskan untuk mempromosikan penjualan dengan menawarkan subsidi.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Wagyu Jepang, daging sapi kelas atas yang sangat enak dan mahal. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Wagyu atau daging sapi Jepang kelas atas yang sangat mahal akan dijual murah hingga dapat dinikmati banyak warga di Jepang akibat menurunnya jumlah turis asing ke Jepang.

"Dulu sebelum pandemi Corona banyak sekali turis asing melebihi 30 juta orang per tahun, banyak wisatawan makan wagyu, sehingga stok banyak sekali. Kini banyak yang tidak datang, stok jadi sangat banyak di gudang," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (11/4/2020).

Karena permintaan daging sapi Jepang jatuh akibat penyebaran virus corona, maka Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang telah memutuskan untuk mempromosikan penjualan dengan menawarkan subsidi bagi penjual daging sapi Jepang dengan anggaran 50 miliar yen.

Baca: Update Corona Global, Minggu 12 April 2020 Pukul 08.00: Kematian AS Tembus 20 Ribu, Lampaui Italia

"Anggaran 50 miliar yen itu akan membuat daging stok bisa dijual murah dan selisih harga jual dapat dari subsidi pemerintah. Hal ini membuat win-win solution, semua diuntungkan," tambahnya.

Penurunan wisatawan asing dan pembatalan seperti jamuan makan, permintaan telah turun terutama untuk daging sapi Jepang peringkat tinggi.

Dan stok daging sapi Jepang diperkirakan akan meningkat menjadi 14.000 ton, 60 persen lebih tinggi dari biasanya.

Polisi Jepang sedang memberikan wejangan kepada warga yang berkeliaran di luar rumah, Jumat (10/4/2020) malam.
Polisi Jepang sedang memberikan wejangan kepada warga yang berkeliaran di luar rumah, Jumat (10/4/2020) malam. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Untuk alasan ini, Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan berencana untuk berinvestasi 50 miliar yen dalam langkah-langkah ekonomi yang mendesak memutuskan minggu ini untuk mempromosikan penjualan daging sapi Jepang.

"Semoga minggu depan disetujui anggaran ini sehingga bisa terjual ke masyarakat dengan harga murah dalam waktu cepat," lanjutnya.

Bagi pedagang grosir yang menjual daging sapi Jepang ke pengecer, nantinya akan mengeluarkan subsidi sebesar 1.000 yen per kilogram, dan juga akan membantu dengan biaya tambahan untuk menyimpan stok.

Baca: Miris, Badak Makin Banyak Diburu sejak Pandemi Corona Menyerang Afrika

"Dari sana nanti pemerintah akan dapat membantu memulihkan jumlah konsumen melalui penjualan di supermarket umum," kata dia.

Secara terpisah, Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang akan mendukung pembelian daging sapi Jepang dalam makan siang di sekolah, dan menyediakan 20.000 yen per sapi yang dikirim oleh petani, sehingga memperkuat dukungan termasuk petani ternak itu sendiri.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved