Breaking News:

Virus Corona

Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Dirumahkan Setelah Seorang Stafnya Terkonfirmasi Covid-19

Mereka telah menemukan bahwa Nishimura telah mengunjungi rumah sakit universitas minggu lalu dengan seorang staf kantor.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Yasutoshi Nishimura, Menteri Revitalisasi Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura (57) harus dirumahkan dan menjalani karantina mandiri setelah salah seorang stafnya terkonfirmasi positif covid-19.

"Kami mohon pengertiannya atas penyampaian informasi lewat internet ini," kata Yasutoshi Nishimura dalam penjelasannya di NHK, Minggu (26/4/2020) mengenai paket stimulus ekonomi di Jepang.

Yasutoshi Nishimura mengatakan paket stimulus ekonomi baru Jepang untuk merespons pandemi virus corona sekitar 108 triliun yen yang diputuskan pemerintah Jepang, akan meningkatkan produk domestik bruto nyata sekitar 4,4 persen.

Sabtu lalu Kantor Kabinet mengatakan bahwa Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura telah membatalkan briefing media yang dijadwalkan pukul 5 sore dan tidak akan menghadiri pertemuan terpisah di kemudian hari.

Dalam sebuah pernyataan, kantor mengatakan bahwa mereka telah menemukan bahwa Nishimura telah mengunjungi rumah sakit universitas minggu lalu dengan seorang staf kantor.

Staf tersebut berdasarkan hasil tes kemudian dinyatakan positif terpapar virus corona.

Baca: Program Asimilasi dan Integrasi Dinilai Meresahkan Masyarakat, Yasonna Laoly Digugat ke Pengadilan

"Baik menteri maupun staf yang dites positif terkena virus tidak menunjukkan gejala apa pun, tetapi sebagai tindakan pencegahan, menteri akan tetap di rumah sampai ia menerima pemberitahuan lebih lanjut tentang kondisinya dari otoritas kesehatan," tulis kantor kabinet Jepang.

Akibatnya Yasutoshi Nishimura selama 2 minggu tidak akan bertemu siapa pun dan mengkarantina dirinya di rumahnya. Komunikasi hanya akan dilakukan lewat internet.

Pada hari Minggu (26/4/2020), jumlah infeksi coronavirus di Jepang telah mencapai hampir 13.231 kasus, dengan 360 kematian, dan 2536 orang dinyatakan sembuh.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved