Pilot Minum Alkohol, Kementerian Transportasi Jepang Minta ANA Tingkatkan Kedisiplinan Usaha

Kapten yang minum minuman beralkohol tersebut dihentikan (PHK) pada Desember tahun lalu.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Pangkalan pesawat All Nippon Airways (ANA) di bandara Haneda Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Kementerian Transportasi Jepang dengan tegas meminta perusahaan penerbangan All Nippon Airways (ANA) untuk meningkatkan kedisiplinan usahanya gara-gara ada pilotnya yang kedapatan minum minuman beralkohol dan telah di-PHK Desember 2019 lalu.

"Kami minta ANA untuk meningkatkan kedisiplinan usahanya di masa depan terutama kepada para pilot yang sempat ada kasus minum minuman beralkohol tahun lalu dalam kurun waktu 10 jam sebelum melakukan pekerjaan menerbangkan pesawatnya," ungkap sumber Tribunnews.com, Jumat (1/5/2020) di Kementerian Perhubungan Jepang.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang mengeluarkan perintah peningkatan bisnis kepada perusahaan Jumat (1/5/2020) ini sebagai tanggapan atas deteksi alkohol oleh pilot di semua penerbangan Nippon Airways pada November tahun lalu sementara masalah pilot minum minuman keras masih berlanjut.

All Nippon Airways
All Nippon Airways (Phnom Penh Post)

Mengenai All Nippon Airways, Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata mengeluarkan rekomendasi peningkatan bisnis kepada perusahaan pada bulan April 2019 karena masalah minuman beralkohol yang dilakukan oleh seorang pilot, dan meminta peninjauan yang drastis terhadap tindakan minum minuman keras.

Menanggapi hal ini, perusahaan memperkuat langkah-langkah seperti meninjau peraturan internal.

Namun pada November 2019, kembali berulang, seorang kapten berusia 40-an terdeteksi minum alkohol (10 jam sebelum mengoperasikan pesawat) selama inspeksi pra-kru di Bandara Fukuoka, dan ada pula kasus di mana pilot berganti pekerjaan.

Baca: Polisi Imbau Warga Tak Curi Kesempatan Tawarkan Jasa Travel Gelap

Kapten yang minum minuman beralkohol tersebut dihentikan (PHK) pada Desember tahun lalu.

Kapten tersebut dianggap melanggar peraturan internal karena dia telah minum sekitar empat botol bir di sebuah restoran di Kota Fukuoka sekitar 10 jam sebelum lepas landas.

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata memiliki kebijakan mengeluarkan perintah peningkatan bisnis kepada perusahaan secara mendadak.

"Langkah-langkah terhadap masalah minum minuman beralkohol belum diimplementasikan secara menyeluruh dalam perusahaan ANA tersebut tampaknya," tambahnya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved