Virus Corona

Dari 36 Negara Anggota OEDC, Jepang Peringkat Terendah Kedua yang Melakukan Tes PCR Warganya

Jepang berada di angka 1,8 terendah kedua yang melakukan tes terhadap warganya dibandingkan 36 negara anggota OECD tersebut.

Foto OECD/Richard Susilo
Grafik diagnosis tes PCR terhadap masyarakat per 1.000 orang di negara OECD. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Jepang berada di peringkat ke-35 dari 36 negara anggota OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) yang melakukan tes PCR (polymerase chain reaction) terhadap warganya.

Jepang berada di angka 1,8 terendah kedua yang melakukan tes terhadap warganya dibandingkan 36 negara anggota OECD tersebut.

Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura, mengatakan Senin (4/5/2020) kemarin bahwa jumlah kematian di Jepang per 100.000 penduduk (jumlah orang yang baru terinfeksi virus corona) lebih kecil daripada di negara lain.

Salah satu tes PCR yang dilakukan di puskesmas Jepang.
Salah satu tes PCR yang dilakukan di puskesmas Jepang. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

"Saya ingin mengatakan bahwa respons Jepang terhadap infeksi “baik” dibandingkan dengan negara lain, tetapi tidak memberikan kenyamanan," ungkap Pyon Jiniru, Pemred Korea Report, Selasa (5/5/2020).

Menurutnya, mungkin Nishimura ingin bangga dengan "prestasi" Jepang dibandingkan dengan lebih dari 20 negara seperti Iran dan Turki, tetapi target perbandingannya salah sejak awal.

"Pernyataan Nishimura seperti seorang siswa dengan nilai buruk mengatakan, "Aku lebih baik daripada dia," dibandingkan dengan teman-teman dengan nilai lebih buruk daripada aku," kata dia.

Baca: Didi Kempot Sempat Berjanji pada Rosiana Silalahi akan Lakukan Ini setelah Wabah Covid-19 Berakhir

Pyon membandingkan Jepang dengan Indonesia.

Di Jepang, jumlah kematian per 100.000 penduduk, menurut Pyon, tidak bisa dikatakan kecil.

Ini dapat dilihat dengan membandingkan dengan negara-negara Asia yang sama, yang telah mengkonfirmasi total kumulatif lebih dari 10.000 orang yang terinfeksi.

"Jepang memiliki populasi 125.960.000 dengan 549 kematian, tetapi Indonesia (260.189.000 penduduk), yang memiliki populasi dua kali lipat dari Jepang, memiliki 845 kematian," kata Pyon yang mengartikan sebenarnya jumlah kematian di Jepang saat ini akibat Corona sangat besar.

Baca: Pihak Rumah Sakit Kasih Ibu Ungkap Kondisi Didi Kempot Tak Sadarkan Diri Saat Tiba RS

PM Jepang Shinzo Abe, Senin (4/5/2020) mengakui kekurangan tes PCR yang harus dilakukan oleh Jepang, salah satunya karena jumlah SDM yang sangat kurang di Jepang.

Oleh karena itu PM Shinzo Abe berharap kerja sama dengan banyak lembaga kesehatan medis Jepang agar ikut membantu melakukan tes PCR.

"Solusinya ya memang harus kerja sama dengan semua lembaga medis di Jepang yang swasta juga tak bisa Puskesmas sendiri, maka akan merangkul banyak sekali tes PCR untuk penduduk di Jepang," ungkap Dr Takeshi Terashima, ahli penyakit menular di Jepang, Senin (4/5/2020).

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved