Virus Corona

Jepang Perkenalkan Gaya Hidup Baru Antisipasi Penyebaran Covid-19

Dengan perpanjangan masa darurat ini Jepang akan memulai gaya hidup baru yang diharapkan dapat semakin menekan penyebaran virus Corona.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Ilustrasi enam gaya hidup baru di Jepang mulai Senin (4/5/2020). 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta maaf kepada masyarakat karena tidak dapat mengakhiri keadaan darurat dalam satu bulan. Namun dia menambahkan bahwa panel khusus akan menilai situasi lagi sekitar 14 Mei mendatang.

"Kami minta maaf tidak dapat mengakhiri masa darurat ini," kata PM Shinzo Abe, Senin (4/5/2020).

Dengan perpanjangan masa darurat ini Jepang akan memulai gaya hidup baru yang diharapkan dapat semakin menekan penyebaran virus Corona.

"Terutama bagi wilayah yang tidak termasuk wilayah khusus (13 perfektur) diharapkan dapat lebih mengendalikan diri dalam kegiatan sehari-harinya dengan gaya hidup baru," kata Shinzo Abe.

PM Jepang Shinzo Abe saat jumpa pers, Senin (4/5/2020) malam.
PM Jepang Shinzo Abe saat jumpa pers, Senin (4/5/2020) malam. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Apa itu Smart Life yang dimaksudkan pemerintah Jepang saat ini?

Pada pokoknya ada enam kategori yang harus dijalankan warga yang berada di Jepang.

Pertama, jarak antar individu diusahakan 2 meter, jangan dekat-dekat.

Kedua, selalu cuci tangan dan sampai rumah mencuci pakaiannya dan langsung mandi membersihkan diri.

Baca: PKS Ingatkan Pemerintah: Investasi Asing Tak Boleh Langgar Pancasila dan UUD 1945

Yang ketiga adalah saat makan agar dalam satu deret jangan berhadap-hadapan, sehingga saat bicara tidak langsung berhadapan.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved