Menyaru Jadi Polisi, Pekerja Kantoran di Jepang Tipu Nenek dan Bawa Kabur Rp 1,84 Miliar

Tomoki Muramatsu mengunjungi rumah seorang wanita berusia 90-an di Kota Fuchu, Tokyo, berpura-pura menjadi seorang polisi, dan berbohong.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Markas Besar Kepolisian Jepang di Kasumigaseki Tokyo 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Polisi menangkap seorang pekerja kantor yang melakukan penipuan terhadap seorang lansia berumur 90 tahunan hingga korbannya kehilangan uang tunai 13 juta yen atau sekitar Rp 1,84 miliar.

"Lelaki itu mengaku dari kepolisian dan mendatangi rumah nenek korban tersebut bulan lalu, berhasil mengambil 13 juta tunai dari nenek tersebut," kata sumber Tribunnews.com, Selasa (5/5/2020).

Tomoki Muramatsu (23), seorang karyawan perusahaan di Kota Fuefuki, Prefektur Yamanashi, ditangkap Senin (4/5/2020).

Menurut Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo, pada tanggal 3 April Tomoki Muramatsu mengunjungi rumah seorang wanita berusia 90-an di Kota Fuchu, Tokyo, berpura-pura menjadi seorang polisi, dan berbohong.

Baca: Pecinta Musik Bak Kehilangan Kultur Usai Didi Kempot Meninggal, Kalau Patah Hati Ya Nyanyinya Cidro

Muramatsu mengatakan kepada sang nenek, "Mungkin ada uang palsu dalam uang tunai yang anda miliki. Kami akan periksa dulu," kata dia kepada korban.

Menurut Departemen Kepolisian Metropolitan, wanita itu memberi tahu nomor staf petugas polisi melalui telepon terlebih dahulu, dan dia percaya karena dia memiliki nomor ID staf Muramatsu yang berkunjung itu.

Akhirnya uang tunai sebanyak 13 juta yen diberikan kepada penipu.

Departemen Kepolisian Metropolitan sedang menyelidiki kasus penipuan ini yang ditujukan untuk orang tua yang tinggal di rumah di tengah Deklarasi Darurat Nasional Jepang menanggulangi penyebaran virus corona.

Baca: Berpenduduk 11 Juta Orang, Yunani Longgarkan Lockdown Mulai 4 Mei 2020

Diperkirakan penipuan dilakukan oleh sebuah sindikat yang terdiri dari sekitar 5 orang dengan fungsi masing-masing.

Misalnya ada yang berpura-pura sebagai anggota keluarga, ada yang berpura-pura sebagai pimpinan, dan sebagainya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved