Breaking News:

Virus Corona

Perdana Menteri Shinzo Abe: Jepang Perpanjang Keadaan Darurat hingga 31 Mei 2020

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperingatkan, terlalu dini untuk mencabut pembatasan yang bertujuan mengekang penyebaran virus.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
PM Jepang Shinzo Abe saat jumpa pers, Senin (4/5/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Jepang memperpanjang keadaan darurat terkait pandemi virus corona hingga akhir Mei 2020.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memperingatkan, terlalu dini untuk mencabut pembatasan yang bertujuan mengekang penyebaran virus.

"Saya akan memperpanjang periode keadaan darurat yang saya nyatakan pada 7 April hingga 31 Mei 2020," kata Abe, yang dikutip Tribunnews dari Al Jazeera, Senin (4/5/2020).

"Area yang dicakup adalah semua prefektur di negara ini," ungkapnya.

Abe menyatakan keadaan darurat selama sebulan yang awalnya meliputi Tokyo dan enam wilayah lainnya pada 7 April 2020 kemarin.

Kemudian Abe memperluasnya hingga mencakup seluruh negara.

PM Jepang Shinzo Abe saat jumpa pers, Senin (4/5/2020) malam.
PM Jepang Shinzo Abe saat jumpa pers, Senin (4/5/2020) malam. (Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo)

Penurunan Kasus Infeksi Belum Mencapai Target

Keadaan darurat awalnya akan berakhir pada Rabu (6/5/2020), tetapi menteri negara untuk respon virus, Yasutoshi Nishimura, mengatakan, infeksi baru masih tumbuh.

"Jumlah kasus baru telah menurun, tetapi sayangnya penurunannya belum mencapai tingkat yang ditargetkan," katanya dalam pertemuan dengan panel ahli yang memberi saran kepada pemerintah tentang pandemi.

"Karena sektor kesehatan tetap di bawah tekanan, kami membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan dari orang-orang," terangnya.

Halaman
1234
Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved