Virus Corona
PM Giuseppe Conte Menghadapi Kritik setelah Lockdown Italia Mulai Dibuka
Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menghadapi kritik setelah negara tersebut mulai melonggarkan lockdown.
TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte menghadapi kritik setelah negara tersebut mulai melonggarkan lockdown.
Diketahui, rival politik Conte melawan strateginya untuk mengakhiri lockdown nasional yang sedang dipermudah untuk pertama kalinya pada Senin (4/5/2020).
Dikutip Tribunnews dari Bloomberg, Senin (4/5/2020), hampir dua bulan pembatasan yang memukul ekonomi dan mengikat Italia dalam resesi.
Lebih jauh, tekanan untuk mempercepat pembukaan kembali kemungkinan akan meningkat setelah kematian baru dan infeksi virus turun ke level terendah sejak penutupan dimulai pada 10 Maret 2020.
Conte, seorang profesor hukum yang menjabat pada tahun 2018, pada Minggu (3/5/2020) bersikeras bahwa koalisi pemerintahan solid.
Meski ada kritik luas terhadap pemerintahnya, dia dilaporkan sangat berhati-hati.
Baca: PM Giuseppe Conte Umumkan Italia Tetap Lockdown hingga 3 Mei 2020
Baca: Viral Foto PM Italia Menangis karena Telat Lockdown, Ternyata Hoax, Ini Fakta Sebenarnya
"Ada kekecewaan di antara banyak operator ekonomi," kata Conte kepada surat kabar La Stampa.
“Aku mengerti mereka. Tetapi untuk memulai kembali siklus ekonomi barang dan jasa yang kurang penting, kami membutuhkan pelanggan untuk merasa aman dan terlindungi," terangnya.
Ancaman Menarik Dukungan untuk Conte
Lebih jauh, mantan Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, yang memimpin partai koalisi junior menyampaikan ancamannya untuk menarik dukungan bagi pemerintah.
Menurut wawancara dengan Corriere della Sera, terutama jika Conte gagal mengatasi kejatuhan ekonomi.
Italia menempati, ekonomi terbesar ketiga di kawasan euro.
Negara tersebut mengalami penyusutan sekira 4,7 persen pada kuartal pertama.
Ini merupakan penurunan terbesar sejak seri dimulai pada 1995.
Lebih lanjut, angka yang diterbitkan Senin oleh IHS Markit menunjukkan manufaktur di Italia menyusut pada laju tercepat sejak seri dimulai pada 1997.
Permintaan juga jatuh, dan pabrik memangkas pekerjaan pada laju tercepat sejak 2009.
Pergolakan Wabah Virus Corona di Italia
Sebagai catatan, Italia masih dalam pergolakan wabah virus corona paling mematikan di Eropa.
Lebih dari 4 juta orang diizinkan untuk kembali bekerja pada Senin, (4/5/2020).
Pembukaan kembali termasuk ikon industri Italia seperti pabrik supercar Ferrari di kota Maranello dan pesaing terdekat Lamborghini.
Sementara itu, bar dan restoran tidak dapat kembali normal hingga akhir Mei 2020.
Meski pun restoran dapat mulai menawarkan take-out (drivethrough) mulai Senin, (4/5/2020)
Pekan lalu, pengecer dan pemilik usaha kecil melakukan unjuk rasa menentang kebijakan pemerintah di beberapa kota.
Di Milan, beberapa ribu operator bar, restoran, toko tukang cukur dan usaha kecil lainnya menyerahkan kunci toko mereka kepada pejabat setempat.
Hal itu dilakukan sebagi protes terhadap bantuan pemerintah yang tidak mencukupi.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/perdana-menteri-italia-giuseppe-conte.jpg)