Virus Corona

Ketegangan Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang dan Gubernur Osaka Berakhir dengan Permintaan Maaf

Nishimura menelepon Yoshimura tanggal 6 Mei lalu dan saling berbicara dua pihak sehingga ketegangan jadi mencair antara keduanya.

Foto Daily Sports
Gubernur Osaka Hirofumi Yoshimura (44), (kiri) Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang Yasutoshi Nishimura (57) 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Ketegangan antara Gubernur Osaka, Hirofumi Yoshimura (44) dengan Menteri Revitalisasi Ekonomi Jepang, Yasutoshi Nishimura (57) diakhiri dengan permintaan maaf sang Gubernur.

"Saya pikir saya salah paham. Saya merasa sangat tidak nyaman. Maafkan saya atas ketidaknyamanan ini dan saya akan semakin hati-hati di masa depan," tulis Hirofumi Yoshimura, Rabu (6/5/2020) malam.

Hal itu diungkapkannya pula keesokan harinya, Kamis (7/5/2020) bahwa telah terjadi kesalahpahaman antara dirinya dengan Menteri Revitalisasi Ekonomi Yasutoshi Nishimura.

Nishimura menelepon Yoshimura tanggal 6 Mei lalu dan saling berbicara dua pihak sehingga ketegangan jadi mencair antara keduanya.

Baca: Hampir Semua Rumah Sakit Layani Pasien Covid-19, Cashflow Rumah Sakit Banyak yang Terganggu

Tanggal 7 Mei kemarin pun Nishimura juga mengungkapkan kepada pers bahwa kesalahpahaman telah diselesaikan dengan baik.

Kasusnya bermula dari kritikan pedas Yoshimura kepada pemerintah pusat.

"Bagaimana sih, kita diberikan ketentuan agar berdiam di rumah tetapi tidak diberikan ketentuan mengenai bagaimana cara ke luarnya," ungkap Yoshimura pada pagi hari.

Siang menjelang sore Nishimura pun menanggapi melalui pers bahwa "Model Osaka" mengenai strategi ke luar dari upaya berdiam diri yang selama ini diterapkan pemerintah pusat sebenarnya tidak salah.

Namun salah paham kalau dikatakan pemerintah pusat harus juga membuat strategi ke luarnya.

"Sudah benar yang dilakukan Osaka membuat strategi ke luar itu karena tiap daerah sendiri yang tahu bagaimana bisa ke luar dari masalah pandemi corona ini. Kalau pemerintah pusat yang memberikan strategi ke luar tersebut kan namanya intervensi dan belum tentu benar dan sama di tiap daerah situasi kondisinya berbeda bukan," kata Nishimura.

Mengetahui hal tersebut Yoshimura langsung sadar kalau tampaknya telah terjadi salah paham antara keduanya sehingga langsung malam hari 6 Mei lalu Yoshimura menyampaikan twit minta maaf atas ucapannya itu.

Baca: Wisata Kopi di Jakarta Kini Bisa Dinikmati Lewat Tur Virtual

Permintaan maaf Yoshimura mendapat tanggapan positif dari masyarakat Jepang.

Warga menganggap politisi Jepang itu berani serta cepat dalam mengantisipasi penyebaran virus Corona di Jepang khususnya di Osaka.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved