Breaking News:
BBC

Langkah Inggris keluar dari lockdown virus corona secara bertahap: Boleh keluar menikmati taman-taman, pakai masker tapi tidak 'pergi berlibur'

PM Inggris Boris Johnson mengatakan warga boleh keluar menikmati taman-taman namun 'tidak pergi berlibur' dalam langkah awal keluar dari lockdown.

Tetapi kita harus berhati-hati dalam menafsirkan angka-angka itu.

Italia dan Inggris sekarang menghitung kematian dengan cara yang sama, termasuk di rumah sakit dan masyarakat.

Tetapi ada faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan.

Pertama, Inggris memiliki populasi yang sedikit lebih besar. Jika Anda menghitung kasus per populasi, Italia terbilang lebih buruk.

Kasus dikonfirmasi oleh tes - dan jumlah pengujian yang dilakukan bervariasi.

Penyebaran geografis juga terlihat sangat berbeda - setengah dari kematian di Italia terjadi di Lombardy.

Di Inggris, sebagai perbandingan, mereka jauh lebih tersebar. Kurang dari seperlima terjadi di London, yang memiliki populasi serupa dengan Lombardy.

Lalu, bagaimana Anda memperhitungkan dampak tidak langsung dari hal-hal seperti orang yang tidak mendapatkan perawatan untuk kondisi lain?

Cara paling adil untuk menilai dampak dalam hal kematian adalah dengan melihat kelebihan mortalitas - angka yang mati di atas apa yang biasanya terjadi.

Anda perlu melakukan ini dari waktu ke waktu. Akan butuh berbulan-bulan, bahkan mungkin bertahun-tahun, sebelum kita dapat benar-benar mengatakan siapa yang memiliki angka kematian tertinggi.


Sementara itu, kisah-kisah personal mereka yang telah meninggal masih muncul.

Di antaranya tiga anggota keluarga yang sama yang meninggal setelah tertular virus corona.

Keith Dunnington, seorang perawat berusia 54 tahun yang bekerja selama lebih dari 30 tahun, meninggal di rumah orangtuanya di South Shields, Inggris, pada 19 April.

Tak lama kemudian, ibunya, Lillian, yang berusia 81 tahun, meninggal pada 1 Mei dan suaminya Maurice, 85 tahun, meninggal beberapa hari kemudian.

Sementara, Momodou Dibba, seorang penjaga di rumah sakit Watford, meninggal karena virus corona pada usia 29 April.

Dalam sebuah pernyataan, West Hertfordshire NHS Trust mengatakan, Dibba, yang dikenal sebagai Mo, "baik, peduli, dan perhatian".

Sementara itu, 14 orang dari rumah perawatan yang sama di Irlandia Utara telah meninggal karena gejala terkait Covid-19.

Saat ini, sudah ada 1.383.842 orang yang dites untuk virus corona di Inggris, termasuk 84.806 tes yang dilakukan kemarin,

Selama tiga hari berturut-turut, pemerintah gagal mencapai target tes harian 100.000.

Menteri Kesehatan Matt Hancock menetapkan target tersebut pada awal April dan pemerintah mengumumkan pada hari Jumat dan Sabtu bahwa mereka telah mencapai angka 100.000 lebih.

Angka kematian

Secara terpisah, Badan Statistik Nasional Inggris (ONS) menerbitkan data pada hari Selasa (05/05) yang menunjukkan bahwa pada tanggal 24 April ada 27.300 kematian yang disebabkan oleh virus corona.

Termasuk kematian yang dilaporkan ke ONS sejak 24 April, jumlah totalnya menjadi lebih dari 32.000.

Angka-angka ini juga mencakup kasus-kasus di mana dokter mencurigai individu tersebut terinfeksi, tetapi tes tidak dilakukan - sedangkan angka harian pemerintah bergantung pada kasus yang dikonfirmasi.

Graph comparing UK and Italy's coronavirus death tolls
BBC

Dalam perkembangan lain:

Berita Populer
Sumber: BBC Indonesia
BBC
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved