Virus Corona

Deklarasi Darurat Nasional di 8 Perfektur Wilayah Jepang Kemungkinan Dicabut 21 Mei 2020

Ke-8 perfektur yang masih menerapkan deklarasi darurat adalah Osaka, Tokyo, Hokkaido, Saitama, Chiba, Kanagawa, Kyoto dan Hyogo.

Richard Susilo
Kantor PM Jepang di Nagatacho Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Status Deklarasi Darurat Nasional yang masih diberlakukan di 8 perfektur wilayah Jepang kemungkinan akan dicabut 21 Mei 2020.

"Kita akan lihat tanggal 21 Mei mendatang ada kemungkinan kita batalkan deklarasi daruratnya," ungkap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Kamis (15/5/2020).

Ke-8 perfektur yang masih menerapkan deklarasi darurat adalah Osaka, Tokyo, Hokkaido, Saitama, Chiba, Kanagawa, Kyoto dan Hyogo.

Sementara itu kepada Tribunnews.com, PM Shinzo Abe menyampaikan pesan untuk Presiden Indonesia Joko Widodo dan akan segera mengirimkan obat Avigan ke Indonesia.

Meskipun deklarasi darurat telah dicabut untuk 39 perfektur sejak kemarin, PM Abe juga berharap agar masyarakat tetap waspada.

"Kita tidak tahu sampai kapan Corona akan menyebar di dunia ini kecuali vaksin telah ditemukan dan Jepang sedang berusaha kuat menciptakan dan mengembangkan lebih lanjut," kata Shinzo Abe.

Vaksin sedang dibuat oleh beberapa universitas negeri Jepang seperti Universitas Tokyo dan Universitas Osaka serta berbagai obat penetralisir corona.

Baca: ‎Permintaan Pemeriksaan di Rumah Ditolak, Said Didu Janji Sambangi Bareskrim Hari Ini

"Mudah-mudahan Juli 2020 uji coba klinis sudah bisa dimulai untuk vaksin Corona dan kita harapkan vaksin ini segera bisa dipakai di Jepang nantinya," kata dia.

Apabila vaksin telah ke luar, menjadi manfaat adalah produksi massal obat dan vaksin tersebut karena harus dipersiapkan untuk Olimpiade 2021 yang akan dimulai Juli 2021 mendatang.

Baca: Kapan Malam Lailatul Qadar? Simak Tanda-tandanya beserta Amalan di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan

"Olimpiade 2021 apakah bisa diselenggarakan tergantung obat dan vaksin yang tersedia. Itu pun harus dalam jumlah banyak karena puluhan ribu atlet akan datang dan jutaan turis juga akan datang. Kita tak tahu mana yang bersih mana yang masih terkena Corona kalau mereka masuk Jepang nanti," kata penerima Nobel kedokteran Prof Shinya Nakayama beberapa waktu lalu.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved