Seorang Hakim di Jepang Kritik Usulan Revisi UU Jaksa Penuntut Umum

Kiichi Okaguchi muncul lewat sambungan telepon pada program radio di KBS Kyoto dan menyatakan pendapatnya tentang usulan revisi UU Jaksa Penuntut Umum

Sankei/Jiji
Kiichi Okaguchi 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang hakim Pengadilan Tinggi Sendai mengkritik usulan amandemen hukum Kantor Jaksa Penuntut Umum yang sedang diperdebatkan dalam Diet (parlemen) dengan tampil di program radio komersial.

"Sangat luar biasa bagi hakim yang berkuasa, apalagi hakim tinggi Jepang, untuk mengkritik pemerintah di media," ungkap Yamanaka, seorang warga Sendai kepada Tribunnews.com, Jumat (15/5/2020).

Kiichi Okaguchi dari Pengadilan Tinggi Sendai muncul lewat sambungan telepon pada program radio di KBS Kyoto pada tanggal 13 Mei dan menyatakan pendapatnya tentang usulan revisi UU Jaksa Penuntut Umum selama sekitar 45 menit.

Baca: Usai Penumpang Menumpuk Tanpa Jarak, Hari Ini Bandara Soekarno-Hatta Berlakukan Sistem Antrean Baru

Dalam hal ini, Hakim Okaguchi menjelaskan keadaan dan berkata, "Saya khawatir jaksa akan bekerja sambil mendengarkan corak kabinet nantinya. Saya tidak bisa membayangkan hal tersebut terjadi."

Kejadian ini pertama kalinya terjadi di Jepang, seorang hakim yang berkuasa yang dituntut bersikap netral untuk tampil di media dan mengkritik pemerintah.

Hakim Okaguchi mengatakan dalam wawancara NHK, "Karena RUU ini sangat rumit, saya ingin isinya dipahami sebelum diskusi. Hakim tidak diizinkan untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan politik. Tidak dilarang menjelaskan masalah RUU itu."

Baca: Pejabat dan Pegawai Lingkup Kemenkeu Maluku Galang Dana untuk Bantu Warga, Terkumpul Rp 50 Juta

Hakim Okaguchi telah secara aktif menyebarkan informasi dalam buku-bukunya dan SNS Twitter, tetapi dia dihukum oleh Mahkamah Agung tanggal 17 Oktober 2018 karena dianggap menurunkan martabat hakim dengan menulis di Twitter.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved