Breaking News:

Virus Corona

5 Krisis Besar Dunia Selain Virus Corona yang Tidak Disorot, Masalah Nuklir Hingga Perubahan Iklim

Mungkin bisa dipahami, pandemi Covid-19 membuat banyak isu internasional lain tidak menjadi sorotan media.

Pixabay/Tumisu
Ilustrasi virus corona. Herd immunity adalah kondisi ketika sebagian besar kelompok atau populasi manusia kebal terhadap suatu penyakit karena sudah pernah terpapar dan sembuh dari penyakit tersebut. 

TRIBUNNEWS.COM Mungkin bisa dipahami, pandemi Covid-19 membuat banyak isu internasional lain tidak menjadi sorotan media.

Virus corona mewabah di seluruh dunia, mematikan, dan berdampak pada berbagai sisi kehidupan.

Mencuatkan berbagai macam pertanyaan, tidak hanya tentang bagaimana kita menanggapi krisis corona saat awal muncul, tetapi juga tentang cara mengatur masyarakat dan cara kita menjalani urusan keseharian.

 Beda Perawatan Pasien Virus Corona, Orang Tanpa Gejala Hingga Kasus dengan Gejala Berat

Sejumlah isu besar internasional telah tersingkirkan sejak pecahnya pandemi dan sekarang mungkin sudah terlambat untuk mengatasinya.

Beberapa pemegang tampuk pemerintahan juga berusaha memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mengejar ambisi lama.

Berikut ini lima isu internasional yang patut kita perhatikan dalam pekan-pekan ke depan atau bahkan beberapa bulan ke depan.

Meski kalah secara rangkin militer, Pakistan nyatanya punya pasokan senjata nuklir lebih banyak dibanding India.
Meski kalah secara rangkin militer, Pakistan nyatanya punya pasokan senjata nuklir lebih banyak dibanding India. (Aljazeera)

Perlombaan senjata nuklir yang diperbarui?

Perjanjian Pengurangan Persenjataan Strategis, atau "New START", yang mengatur persenjataan nuklir, di mana AS dan Rusia menggunakannya untuk saling mengancam, akan berakhir pada awal Februari tahun depan.

Waktu semakin menipis jika perjanjian tersebut ingin diperbarui. Perjanjian ini merupakan kesepakatan pengendalian persenjataan yang diwariskan sejak perang dingin dan masih bertahan sampai sekarang.

Tanpa pembaruan perjanjian itu, muncul kekhawatiran nyata akan terjadi perlombaan senjata nuklir baru karena tidak adanya penghambat dan berkurangnya transparansi.

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Editor: Asytari Fauziah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved