Virus Corona

Dr Toru Kakuta dari Jepang Ungkap Pemeriksaan Air Liur Lebih Akurat Dibanding Lendir Hidung

Kakuta berharap kepada Pemda Tokyo untuk membuat rumah sakit khusus Corona agar perlakuan khusus dapat dilakukan kepada para pasiennya.

Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Dr Toru Kakuta (64) Wakil Ketua Asosiasi Dokter Metropolitan Tokyo, lulusan Universitas Kedokteran Tokyo pada tahun 1980. Setelah bekerja di Departemen Radiologi Pusat Kanker Aichi, Bedah Pertama Universitas Medis Yamanashi, dan seorang peneliti tamu di Universitas California, Los Angeles (UCLA), mendirikan Klinik Gastroenterologi Kakuda Bedah di Tokyo pada tahun 1991. Direktur Asosiasi Dokter Tokyo sejak 2009 dan menjadi Wakil Ketua sejak 2015. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Dr Toru Kakuta (64), Wakil Ketua Asosiasi Dokter Metropolitan Tokyo mengungkapkan pentingnya pemeriksaan air liur manusia untuk pembuktian terinfeksi tidaknya terhadap Covid-19.

"Ternyata pemeriksaan air liur lebih akurat ketimbang lendir di dalam hidung. Pemeriksaan air liur negatif, dilakukan lagi seminggu kemudian negatif, dipastikan 100 persen negatif," kata Dr Toru Kakuta, Sabtu (16/5/2020).

Baca: Penjambret Ponsel Bocah di Duren Sawit Jakarta Timur Mengaku Tak Punya Uang untuk Bayar Kontrakan

Namun kalau pemeriksaan dari lendir hidung dalam, walaupun negatif, ternyata kemungkinan melenceng masih lebih besar ketimbang contoh (sampel) dari air liur.

"Virus Corona ternyata mudah sekali menancapkan kakinya ke lidah manusia. Dari sana menyebar luas sehingga kalau kita ambil air liur seseorang, dipastikan benar positif atau negatif terinfeksi Corona saat ini dengan alat tes yang ada," tambahnya.

Hal tersebut dapat dipastikan pula dengan melihat kepada tes PCR yang ternyata hasil tes menggunakan air liur (ludah manusia) jauh lebih akurat ketimbang lendir di dalam hidung manusia.

Selain itu Kakuta juga berharap kepada Pemda Tokyo untuk membuat rumah sakit khusus Corona agar perlakuan khusus dapat dilakukan di dalam rumah sakit tersebut kepada para pasiennya, sehingga penanganan lebih terfokus dan cepat sembuh.

Baca: Polisi Kantongi Identitas Pelaku Penyerangan Pospol di Paniai Papua

Demikian pula terhadap para tenaga medis dan dokter, Dr Toru Kakuta berharap masyarakat bisa menerima mereka dengan baik, jangan melakukan diskriminasi dan menjauhkan mereka.

"Para tenaga medis juga punya keluarga, kerja keras membantu pasien dan berisiko tinggi terinfeksi pula. Kalau pulang ke rumahnya mereka juga punya risiko menularkan kepada keluarganya. Tapi tolong terimalah mereka, jangan malah dijauhkan," harapnya.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved