Virus Corona

GDP Jepang 3 Bulan Pertama Turun 0,9 Persen Menjadi Minus 3,4 Persen per Tahun

Dari Januari hingga Maret, GDP telah menurun 0,9 persen dibandingkan dengan 3 bulan sebelumnya, atau minus 3,4 persen.

Richard Susilo
Kantor PM Jepang di Nagatacho Tokyo Jepang 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Tingkat tahunan Gross Domestik Product (GDP) Jepang menjadi minus (-) 3,4 persen untuk tiga bulan pertama tahun ini sebagai dampak negatif dari pandemi Corona.

"Pandemi Corona benar-benar menghantam perekonomian Jepang saat ini, sehingga menjadi minus cukup besar yaitu minus 3,4 persen per tahunnya, pertama kali dalam sejarah Jepang," kata sumber Tribunnews.com di pemerintahan Jepang.

Dari Januari hingga Maret, GDP telah menurun 0,9 persen dibandingkan dengan 3 bulan sebelumnya, atau minus 3,4 persen dalam hal tingkat pertumbuhan tahunan.

Baca: Ditanya Mantan Terindah, Boy WIlliam Keceplosan Sebut Inisial Ini, Luna Maya : Ayu Ting Ting ?

GDP menjadi negatif untuk periode kedua berturut-turut karena konsumsi pribadi dan ekspor turun secara signifikan akibat penyebaran virus corona.

Kantor Kabinet Jepang mengumumkan bahwa perkiraan awal GDP untuk Januari hingga Maret adalah bahwa tingkat pertumbuhan riil tidak termasuk fluktuasi harga minus 0,9 persen dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya.

Baca: MUI Nilai Pertentangan Sikap Pemerintah: Melarang Kumpul di Masjid, Tidak Tegas di Mall & Bandara

Jika dikonversi ke tingkat tahunan jika terus-menerus selama satu tahun, menjadi minus 3,4 persen yang merupakan kuartal kedua berturut-turut dari pertumbuhan negatif sejak Oktober-Desember tahun lalu ketika tarif pajak konsumsi (PPN) meningkat secara signifikan dari 8 persen menjadi 10 persen.

Konsumsi perorangan yang menyumbang lebih setengah dari PDB, adalah minus 0,7 persen, karena makan di luar dan bepergian menurun karena pengaruh stay at home (tinggal di rumah) akibat penyebaran virus corona.

Baca: Kartika Putri Punya Pesan untuk Orang yang Nekat Mudik di Tengah Pandemi : Sama dengan Modar

Selain itu, ekspor mengalami minus 6,0 persen. Hal ini disebabkan oleh penurunan permintaan karena stagnasi kegiatan ekonomi global, dan penurunan tajam dalam konsumsi wisatawan asing yang tercatat di Jepang.

Selanjutnya, "investasi modal perusahaan" menurun 0,5 persen dan "investasi perumahan" turun 4,5 persen.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved