Kimito Shiga, Seorang Konsultan di Jepang Gelapkan Pajak Rp 29 Miliar

Konsultan pajak Kimito Shiga (38), juga ketahuan menggelapkan pajak 212 juta yen atau lebih dari Rp 29 miliar.

Istimewa
Kimito Shiga (38), Konsultan Pajak 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang konsultan akuntan pajak di Kota Fuchu, Tokyo, yang telah menerima sejumlah besar uang dan sebuah perusahaan SK Consulting dituduh melakukan penggelapan pajak oleh Kantor Dinas Pajak Jepang.

Konsultan pajak Kimito Shiga (38), seorang akuntan pajak dari Fuchu, Tokyo, dan "SK Consulting," yang sebenarnya dikelolanya juga ketahuan menggelapkan pajak 212 juta yen atau lebih dari Rp 29 miliar.

"Akuntan pajak Shiga mengajarkan klien perusahaan dan investor cara menghemat pajak dengan menggunakan mekanisme pengembalian pajak untuk investasi real estate, dan menerima sejumlah besar kompensasi," ungkap sumber Tribunnews.com, Kamis (21/5/2020).

Baca: Mental Yuki Kato Sempat Tak Terima Harus di Rumah Saja Karena Virus Corona

Namun, ada kecurigaan bahwa mereka telah menyembunyikan pendapatan mereka dengan berpura-pura bahwa mereka telah membayar biaya fiktif kepada kedua perusahaan yang benar-benar beroperasi.

Departemen Inspeksi Biro Perpajakan Nasional Tokyo telah mencurigai adanya pelanggaran terhadap UU Pajak Penghasilan dan UU Pajak Perusahaan, mengatakan bahwa mereka telah menyembunyikan total pendapatan 827 juta yen selama tiga tahun hingga 2017 dan menggelapkan pajak sekitar 212 juta yen.

Demikian dituduhkan Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Tokyo, Kamis (21/5/2020).

Uli Hoeness, dikabarkan bakal menghabiskan masa vonis tiga setengah tahun penjara atas kasus penggelapan pajak di penjara Landsberg, yang juga merupakan bekas penjara pemimpin Nazi, Adolf Hitler.
Uli Hoeness, dikabarkan bakal menghabiskan masa vonis tiga setengah tahun penjara atas kasus penggelapan pajak di penjara Landsberg, yang juga merupakan bekas penjara pemimpin Nazi, Adolf Hitler. (Sueddeutsche/Daily Mail)

Pendapatan tersembunyi digunakan untuk dana operasional untuk simpanan dan transaksi FX.

Menanggapi tuduhan tersebut, akuntan pajak Shiga mengatakan bahwa dia telah menutup kantor akuntan pajak.

Baca: Antisipasi Kluster Covid-19 dari Pasar Tradisional, Pemprov Jatim Siapkan Sistem Ganjil Genap

"Kami telah menyelesaikan pengembalian pajak yang direvisi sesuai dengan panduan Biro Pajak Nasional dan hampir telah membayar pajak. Saya sangat menyesal atas ketidaknyamanan bagi banyak orang. Saya minta maaf dari lubuk hati saya," ungkapnya kepada NHK.

Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: info@jepang.com

Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved